Bawaslu Jabar Imbau Peserta Pemilu 2024 Hentikan Proses Kampanye di Masa Tenang

Ketua Bawaslu Jawa Barat Zacky Muhammad Zam Zam mengimbau kepada peserta Pemilu 2024, termasuk relawan untuk menghentikan proses kampanye ketika masa tenang berlangsung pada 11-13 Februari mendatang.

Bawaslu Jabar Imbau Peserta Pemilu 2024 Hentikan Proses Kampanye di Masa Tenang
Ketua Bawaslu Jawa Barat Zacky Muhammad Zam Zam

INILAHKORAN, Bandung - Ketua Bawaslu Jawa Barat Zacky Muhammad Zam Zam mengimbau kepada peserta Pemilu 2024, termasuk relawan untuk menghentikan proses kampanye ketika masa tenang berlangsung pada 11-13 Februari mendatang.

Sebab, tahapan kampanye Pemilu 2024 kata Zacky akan berakhir pada Sabtu 10 Februari pekan depan. Dimana saat itu, tepat pada tengah malam di 11 Februari 2024, pihaknya bersama stakeholders terkait akan mulai melakukan penurunan alat peraga kampanye (APK).

Dia pun berharap, para peserta Pemilu, kader dan relawan dapat secara sadar dengan sendirinya menurunkan APK masing-masing ketika masuk di masa tenang.

Selain itu, dirinya juga mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak melakukan pelanggaran di masa tenang. Sebab dia tidak menampik, selama masa tenang potensi kerawanan terbilang cukup tinggi, khususnya money politic.

"Potensi kerawanannya cukup tinggi. Money politic atau kampanye di luar jadwal. Baik kampanye akbar, maupun kampanye di media cetak, elektronik dan semua metode harus dihentikan. Termasuk alat peraga. Kita ingin 11 Februari sudah bersih. Penertiban bersama rekan-rekan Satpol PP. Walaupun idealnya yang masang itu yang menertibkan. Kita dorong begitu," ujarnya usai membuka Bawaslu Jabar Super Fest 'Rampak Babarengan Awasi Pemilu 2024' di pelataran Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu 4 Februari 2024.

Lebih lanjut Zacky membeberkan, selain rawan kecurangan. Kebencanaan juga turut menjadi perhatian bagi Bawaslu, khususnya di kabupaten/kota yang cenderung mengalami bencana alam ketika musim hujan, baik itu banjir maupun longsor.

Sejauh ini kata dia, sejumlah kabupaten/kota telah dipetakan guna mengantisipasi, mewaspadai potensi terjadinya bencana mengingat saat ini tengah memasuki puncak musim penghujan.

"Kita sudah jauh hari melaunching indeks kerawanan Pemilu. Ada sembilan kabupaten/kota yang kerawanannya (kecurangan) cukup tinggi. Kebencanaan kita sudah lakukan koordinasi, rapat. Kita pastikan TPS rawan bagian dari concern pengawas Pemilu. Apalagi kita sudah punya pengawas TPS yang tersebar di 27 kabupaten/kota. Sudah siap bekerja," tandasnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti