Bawaslu Jabar Ungkap, Jeje Wiradinata Tidak Terbukti Lakukan Money Politic di Subang

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Jawa Barat Syaiful Bachri mengungkapkan, berdasarkan hasil penelusuran dan verifikasi yang dilakukan Bawaslu Subang, dinyatakan bahwa Calon Gubernur Jabar nomor urut 2 Jeje Wiradinata tidak melakukan politik uang atau money politik saat berkampanye di Kabupaten Subang beberapa waktu lalu.

Bawaslu Jabar Ungkap, Jeje Wiradinata Tidak Terbukti Lakukan Money Politic di Subang
istimewa

INILAHKORAN, Bandung - Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Jawa Barat Syaiful Bachri mengungkapkan, berdasarkan hasil penelusuran dan verifikasi yang dilakukan Bawaslu Subang, dinyatakan bahwa Calon Gubernur Jabar nomor urut 2 Jeje Wiradinata tidak melakukan politik uang atau money politik saat berkampanye di Kabupaten Subang beberapa waktu lalu.

Maka dari itu kata Syaiful, dugaan pelanggaran politik uang yang dilakukan Jeje dianggap tidak terbukti dan perkara ditutup.

Dia menerangkan, dalam hasil penelusuran dan verifikasi yang juga turut diperkuat pendapat ahli, diterangkan bahwa di kawasan tersebut bagi-bagi uang merupakan bagian dari budaya atau kebiasaan mereka.

"Tidak mengenai unsur tindak pelanggaran pidana," ujar Syaiful di Kota Bandung, Selasa 15 Oktober 2024.

Kendati demikian, Bawaslu Jabar kata dia tetap mengimbau kepada seluruh kontestan Pilkada serentak 2024, untuk tidak melakukan politik uang.

"Tapi kita tetap mengimbau, menegur juga kepada pasangan calon untuk tidak melakukan itu. Artinya lebih berhati-hati," ucapnya.

Syaiful melanjutkan, dalam politik uang seperti dugaan pelanggaran yang dilakukan Jeje, memang banyak aspek yang harus dilihat. Antaranya pemberian uang dengan maksud tertentu atau tidak.

"Memengaruhi pemilih atau tidak dan segala macam. Nah, pemenuhan unsur itu yang tidak tentu," imbuhnya.

Sebelumnya viral di media sosial rekaman gambar, dimana Jeje diduga melakukan dugaan pelanggaran dengan membagikan uang kepada masyarakat, di Serangpanjang, Subang, Jumat 29 September 2024 silam.

Ketika itu, ratusan masyarakat beramai-ramai berebut uang kertas yang dilemparkan sekelompok orang dari atas sisingaan, saat acara kampanye calon Gubernur nomor urut dua, Jeje Wiradinata, di Desa Cipancar, Kecamatan Serangpanjang.

Jeje pun membantah, jika dirinya tak bagi-bagi uang kala melakukan kampanye di Kabupaten Subang.

Jeje menerangkan, video yang viral dimana diduga dirinya membagikan uang atau saweran kepada masyarakat tidak benar.

“Tidak nyawer. Yang nyawer itu adalah teman saya, Kang Kosim,” kilah Jeje di Kota Bandung, Kamis 3 Oktober 2024.

Dia mengaku telah mengingatkan timnya, untuk tidak melakukan hal yang dapat terindikasi sebagai pelanggaran Pemilu.

“Kita juga sudah ingatkan. Ya, cuma mungkin kata dia, ini kultur. Ini kebangsaan, ini sudah kultur, ini sesuatu yang sudah biasa,” ucapnya

Lebih lanjut dirinya menyebut, yang terlihat di kamera itu seolah-olah dirinya yang nyawer. Padahal sebenarnya, dirinya hanya membersihkan uang yang menempel atau menyangkut di tubuhnya.

“Tapi kalau di TV itu kan seolah-olah saya nyawer. Nggak, saya nggak nyawer, cuma mereka (Uang) jatuh ke pangkuan saya, saya bersihkan begitu," tuturnya.

Jeje mengaku siap, bila harus diminta keterangan oleh Bawaslu terkait persoalan tersebut. Sebab dirinya merasa tidak melakukan dugaan pelanggaran Money Politic dalam agenda kampanye di Subang tersebut.

“Ya tentu harus siap. Tapi sampai sekarang kan sudah berapa hari ya (belum dipanggil Bawaslu). Sudah seminggu lebih. Kan ada batas juga, ada batasan juga,” pungkasnya.***


Editor : JakaPermana