Bazar Murah, Sayur Mulai Serba Rp 5.000 Hingga Tukar LPG
Bazar murah menyediakan berbagai barang kebutuhan pokok seperti beras premium, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, tepung, sayuran, telur ayam ras, ayam beku dan daging sapi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
bazar murah menyediakan berbagai barang kebutuhan pokok seperti beras premium, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, tepung, sayuran, telur ayam ras, ayam beku dan daging sapi.
Ada juga program penukaran LPG 3 kg ke LPG 5,5 kg serta promo menarik berupa sejumlah sayuran yang dijual dengan harga serba Rp5.000. Pelaksanaan bazar murah dilakukan secara bergilir di 30 kecamatan se-Kota Bandung.
“Melalui bazar murah ini, kami ingin meringankan beban masyarakat menjelang Iduladha. Harga kebutuhan pokok bisa lebih murah karena kami bekerja sama langsung dengan pelaku usaha, distributor, BUMN dan toko ritel besar,” kata Plt Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny A Nurudin, Sabtu 17 Mei 2025.
Ia menyampaikan, bazar murah melibatkan berbagai pihak seperti Perum BULOG, RNI, Pertamina, Distan Horti, CV Bagus, Ananda Mart, Zybis Farm, SJU, serta toko ritel anggota Aprindo seperti Borma Group, Yogya Group, Superindo, Lotte Mart, Alfamart, Indomaret, Yomart, Hypermart, Transmart dan lainnya.
“Kami juga ingin mendorong pelaku usaha kecil dan menengah untuk naik kelas melalui layanan terpadu dalam bazar ini,” ucapnya.
Menurut Ronny, pelaku usaha yang dapat mengikuti bazar murah diprioritaskan kelompok tani, distributor dan BUMN yang mampu memberikan harga jual lebih murah dari harga pasar. “Mereka juga harus siap mengikuti kegiatan bazar di 30 kecamatan se-Kota Bandung,” ujar dia.
Selain menjual kebutuhan pokok, bazar murah ini juga menyediakan berbagai layanan publik dan pendampingan usaha bagi pelaku UMKM.
Layanan tersebut meliputi pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha), konsultasi SIINas (Sistem Informasi Industri Nasional), konsultasi dan pendaftaran sertifikasi halal, uji mutu produk, konsultasi dan pendaftaran HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) serta konsultasi UMKM binaan Disdagin.
Roni mengatakan, Disdagin juga terus melakukan pemantauan harga pasar secara rutin. “Kami melakukan monitoring harga pasar setiap hari Kamis di delapan pasar tradisional untuk menjaga kestabilan harga,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama pelaksanaan bazar, harga komoditi akan terus dipantau dan dikendalikan agar tetap terjangkau. “Dengan adanya bazar murah ini, diharapkan masyarakat Kota Bandung dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga yang lebih bersahabat, serta pelaku UMKM dapat semakin berkembang,” tandas dia. ***
Editor : Firda Rachmawati

