Begini Langkah Pemkot Bandung Atasi Lonjakan Sampah Saat Lebaran

Pemkot Bandung melakukan sejumlah upaya antisipasi untuk meminimalisasi ledakan sampah saat hari raya Idul Fitri atau Lebaran tahun ini

Begini Langkah Pemkot Bandung Atasi Lonjakan Sampah Saat Lebaran

INILAHKORAN, Bandung - Pemkot Bandung melakukan sejumlah upaya antisipasi untuk meminimalisasi ledakan sampah saat hari raya Idul Fitri atau lebaran tahun ini.

"Dalam dua pekan ke depan ini, kalau dibiarkan akan terancam Bandung lautan sampah," ucap Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Kamis 27 Maret 2025.

Beberapa langkah yang disiapkan diantaranya akan dilakukan pengangkutan sampah dengan frekuensi yang lebih dari biasanya.

Kemudian, Pemkot bakalan menindak tegas masyarakat membuang sampah di pinggir jalan. Sanksinya akan diberikan secara langsung.

"Dari 1.200 ton per hari yang mesti diurus baru punya 300 ton bisa diolah sisanya maka diharapkan diolah warga melalui program kang Pisman misal 400 RW. Kalau satu RW sekitar 100 kilogram sudah 40 ton tambahan, mudah mudahan mengurangi sampah," kata dia.

Farhan melanjutkan saat libur lebaran potensi sampah meningkat disebabkan terjadi peningkatan jumlah orang. Oleh karena itu pihaknya sudah mengintruksikan kepada jajaran agar siaga.

"Frekuensi pengangkutan (sampah) lebih tinggi, memakai insenerator dan pengolahan organik menampung sampah lebih banyak," kata dia.

Ia menyebut penggunaan insenerator akan ditempatkan di sejumlah wilayah. Farhan mengatakan pembakaran sampah tidak dilakukan secara langsung akan tetapi menggunakan termal.

Ia mengaku saat ini mengkhawatirkan sampah plastik dari para pedagang yang berjualan pakaian lebaran yang banyak. Oleh karena itu, ia meminta pedagang pakaian lebaran mengumpulkan sampahnya dan dilakukan daur ulang.

"Sampai hari ini belum ada teknologi yang mengatasi sampah," kata dia. 


Editor : Bsafaat