Belum Sepekan, Warga Lembang Kembali Digegerkan dengan Penemuan Bayi Laki-laki yang Digantung di Tiang PJU
Kasus penemuan bayi di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali terulang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kasus penemuan bayi di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali terulang.
Padahal, belum sepekan warga Desa Langensari Lembang digegerkan dengan penemuan bayi dengan jenis kelamin perempuan di sebuah lahan perkebunan di Kampung Buniasih RT03/01 pada Rabu 11 November 2024.
Kali ini, penemuan bayi juga terjadi di Jalan Babakan Bandung RW 10, Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang oleh seorang penjaga keamanan vila pada Sabtu 14 Desember 2024 subuh.
Saat ditemukan, bayi diketahui berjenis kelamin laki-laki itu masih dalam kondisi bernyawa itu dan ditutupi selimut dalam sebuah kantong dan digantung di sebuah tiang lampu penerangan jalan umum (PJU).
Diperkirakan, bayi malang itu belum lama dilahirkan lantaran tali pusar bayi masih menempel pada bagian perut. Bayi tersebut kemudian diselamatkan ke bidan lalu dibawa ke RSUD Lembang untuk penanganan lebih lanjut.
"Kondisi bayi sehat dengan berat badan 3,5 kilogram. Setelah dicek, memang sudah waktunya lahir si bayinya," kata Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Bandung Barat, Prihatin Mulyanti kepada wartawan.
Bayi malang tersebut saat ini tengah berada di incubator dan terus dipantau perkembangan kesehatannya. Jika sudah dinyatakan sehat, rencananya akan dititipkan sementara di rumah Camat Lembang.
"Atas persetujuan KPAD dan kepolisian, rencananya si bayi nanti akan dititipkan di rumah ibu camat agar tidak ada yang mengganggu untuk menjaga kesehatannya," katanya.
Prihatin menyebut, KPAD bersama pihak kecamatan juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) agar dibantu dalam hal kebutuhan dasar, nutrisi dan kebersihan bayi tersebut.
"Banyak warga yang ingin mengadopsi, tapi harus selektif," sebutnya.
Editor : Doni Ramdhani
