Benarkah Depresi Bisa 'Menular' Lewat Pertemanan? Ini Penjelasan Peneliti

Hasil riset menunjukkan remaja yang memiliki teman sebaya dengan diagnosis depresi atau kecemasan lebih berpeluang mengalami gangguan mental yang sama.

Benarkah Depresi Bisa 'Menular' Lewat Pertemanan? Ini Penjelasan Peneliti
ilustrasi depresi

INILAHKORAN.ID - Gangguan kesehatan mental bukan penyakit menular seperti flu atau batuk. Namun, mengapa seseorang yang berada di lingkungan teman dengan depresi atau kecemasan memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa?

Sebuah penelitian yang dipublikasikan melalui The Conversation mengulas riset terbaru dari Finlandia yang mencoba menjawab pertanyaan tersebut. 

Penelitian ini melibatkan lebih dari 600 ribu anak muda kelahiran 1985 hingga 2000 dan menemukan bahwa remaja yang memiliki teman sebaya dengan diagnosis depresi atau kecemasan lebih berpeluang mengalami gangguan mental yang sama.

Temuan itu memunculkan istilah social contagion atau penularan sosial. Meski demikian, peneliti menegaskan istilah tersebut tidak berarti depresi dapat berpindah dari satu orang ke orang lain layaknya penyakit infeksi.

Dalam dunia psikologi, penularan sosial menggambarkan bagaimana emosi, kebiasaan, dan cara berpikir dapat mempengaruhi orang-orang yang berada dalam kelompok yang sama. Remaja yang sering berinteraksi setiap hari berpotensi saling memengaruhi dalam cara menghadapi tekanan, mengelola emosi, hingga memandang suatu masalah.

Para peneliti menduga lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat terkuat terjadinya pengaruh tersebut. Hubungan itu terlihat lebih jelas pada siswa yang bersekolah di tempat yang sama dibandingkan mereka yang hanya tinggal di lingkungan tempat tinggal yang sama.

Namun, penelitian ini juga memiliki sejumlah keterbatasan. Data yang digunakan tidak dapat memastikan apakah peserta benar-benar berteman dekat. Peneliti hanya mengelompokkan mereka berdasarkan sekolah, tahun ajaran, dan wilayah tempat tinggal.

Selain itu, kesehatan mental dipengaruhi banyak faktor lain, mulai dari kondisi keluarga, pengalaman hidup, faktor genetik, hingga lingkungan sosial. Karena itu, hasil penelitian ini tidak dapat disimpulkan sebagai bukti bahwa depresi 'menular' secara langsung.

Di sisi lain, para ahli menilai pengaruh teman sebaya juga bisa membawa dampak positif. Lingkungan yang terbuka membicarakan kesehatan mental dapat membuat remaja lebih berani mencari bantuan profesional ketika mengalami masalah psikologis.

Penelitian ini sekaligus mengingatkan bahwa membangun lingkungan pertemanan yang sehat sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Remaja yang memiliki teman suportif cenderung lebih mudah berbagi cerita, mengurangi stres, dan memperoleh dukungan saat menghadapi tekanan.

Dengan kata lain, yang 'menular' bukanlah gangguan mentalnya, melainkan pengaruh lingkungan sosial yang dapat membentuk cara seseorang berpikir, merasakan, dan merespons berbagai persoalan dalam hidup.


Editor : Doni Ramdhani