Berisik Di Laga Klasik

Berisik Di Laga Klasik
KLASIK: Pertarungan Persib vs Persija Jakarta di ajang BRI Super League 2025/2026 lalu. Musim ini, Persija bakal lebih dulu menjamu Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dengan kehadiran suporter.

Oleh : Muhammad Ginanjar

PERTARUNGAN Persija kontra Persib dipastikan dengan kehadiran suporter. Duel klasik dua musuh abadi, itu dipastikan 'berisik' dengan hingar bingar di tribun penonton.

Direktur Utama I.League Ferry Paulus memastikan laga Persija vs Persib pada ajang Super League 2026/27 dapat digelar Jakarta dengan kehadiran penonton.

Laga yang dikenal sebagai Derbi Indonesia ini dijadwalkan dimainkan pada pekan kedua Super League 2026/27, tepatnya pada Sabtu 12 September pukul 15.30 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

"Iya, di Jakarta," kata Ferry ketika ditemui awak media di Kantor I.League, Jakarta, Selasa, setelah dirinya mengikuti jumpa pers Indonesia Women's League 2026/27.

"Dengan penonton, dong. Pakai penonton," tambah dia ketika ditanya apakah laga ini digelar dengan penonton atau tanpa penonton.

Meski menyebut laga ini akan dihadiri penonton, Ferry mengungkapkan kemungkinan besar masih tanpa kehadiran penonton tim tamu karena laga ini termasuk laga dengan tensi rivalitas tinggi, seperti halnya Arema melawan Persebaya.

Diketahui, laga ini terakhir kali dimainkan di Jakarta pada Juli 2019, tepatnya di SUGBK yang berakhir dengan skor 1-1.

Pada musim lalu, jadwal laga kandang Persija melawan Persib tak mendapatkan izin untuk dihelat di Jakarta, sehingga dipindah ke Stadion Segiri Samarinda yang berakhir untuk kemenangan Maung Bandung 2-1.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Ferry juga menyampaikan alasan penjadwalan laga tersebut ditetapkan di pekan kedua, yaitu karena ada permintaan khusus dari Macan Kemayoran.

Ferry menyebut, di musim ini I.League mengakomodasi berbagai permintaan klub dalam menyusun kalender pertandingan untuk satu musim penuh.

"Semua penjadwalan yang kami lakukan pada tahun ini menggunakan sistem yang diadopsi dari kompetisi besar seperti Premier League, J.League, dan kompetisi besar lainnya," kata Ferry.

Ia kemudian melanjutkan, "Jadi kita udah perkenalkan dari tiga bulan yang lalu, mereka kemudian memasukkan misalnya katakanlah klub minta supaya pertandingan home di ulang tahun mereka. Itu semua terakomodir. Semua terakomodir dengan agenda atau kalender-kalender yang sudah kita tetapkan," tambah dia.

"Ya, tentunya nggak semua, katakanlah ada permintaan ada 20, 30, 10, 5, nggak mungkin semua kita bisa akomodir. Tetapi kita menggarisbawahi permintaan-permintaan berdasarkan skala prioritas, nomor satu apa, nomor dua apa," tutup dia.

Adapun sebelum Persija dan Persib bertemu di pekan kedua, kedua tim ini akan melakoni laga pekan pertama pada 5 dan 6 September.

Persija lebih dulu bermain tandang melawan Borneo, lalu sehari setelahnya Persib menjamu PSM Makassar di kandang.

Aturan Dicabut Sementara itu, I.League memastikan kebijakan larangan suporter tandang sudah dicabut untuk musim depan.

Kebijakan larangan ini sudah berjalan sekitar empat tahun di kompetisi sepak bola tanah air, sejak Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.

"Bisa dibilang beberapa persoalan kaitannya dengan suporter away ini bisa dibilang sangat minim. Dengan dasar itu, kita coba propose ke FIFA. Dan FIFA juga memberikan restu dengan catatan," kata Ferry.

FIFA telah merestui kehadiran suporter tim tamu di sepak bola Indonesia dengan catatan yang tak boleh dilanggar agar kebijakan ini terus berlanjut.

"Jadi klub-klub itu kita udah share apa-apa aja barrier-barrier yang harus dipatuhi, apa-apa larangan yang harus dijaga, sehingga kontinuitas daripada suporter away ini bisa terus terjaga," tambah dia.

Meski demikian, penerapannya pada musim ini tidak otomatis diberlakukan pada semua laga. Ferry pun menggarisbawahi, tim-tim dengan rivalitas tinggi, termasuk contohnya Persebaya Surabaya versus Arema FC hingga Persija Jakarta melawan Persib Bandung masih dipastikan tanpa kehadiran suporter tandang.

"Untuk pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi seperti itu, suporter away bisa di-lock atau tidak diperbolehkan hadir. Bisa saja ada kebijakan lain yang melarang suporter away, tetapi indikator utamanya tetap berasal dari pihak kepolisian," tegas dia.

Ia menambahkan, I.League juga telah menyiapkan sistem pembelian tiket melalui aplikasi Sobat Liga yang terintegrasi untuk mendukung penerapan kebijakan ini. (bsf)


Editor : Inilahkoran