Pemain Pinjaman Menjadi Pahlawan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
KETIKA Donyell Malen pertama kali menginjakkan kaki di Olimpico pertengahan musim lalu, tidak banyak yang berani menggantungkan ekspektasi terlalu tinggi.
Ia datang dengan status pinjaman dari Aston Villa, membawa beban untuk membuktikan diri di panggung sepak bola Italia yang terkenal kejam bagi penyerang asing.
Namun hari ini, penyerang berusia 27 tahun itu bukan lagi sekadar pelapis, melainkan menjelma menjadi detak jantung baru bagi publik I Lupi.Pada Senin (14/9) malam WIB, Malen kembali menundukkan kepala para pemain bertahan Torino di markas mereka sendiri.
Satu golnya, ditemani torehan anak muda Nicolo Pisilli, mengunci kemenangan 2-0 untuk AS Roma.
Kemenangan ini menjaga kesempurnaan Roma di empat laga awal musim, sekaligus menegaskan bahwa Malen kini telah menjadi sosok yang “menakutkan” bagi lini pertahanan lawan.
Bagi Malen, gol semalam bukan sekadar angka di papan skor. Itu adalah gol keenamnya hanya dalam empat pertandingan pertama musim ini—sebuah catatan magis setelah sebelumnya ia mengoyak gawang Fiorentina dengan hat-trick dan menyarangkan dua gol di markas Lecce.
Ketajaman luar biasa ini membawa nama Malen masuk ke dalam buku sejarah suci klub ibu kota. Data dari Opta mencatat, Malen kini menjadi pemain ketiga dalam sejarah panjang Roma yang mampu mencetak lebih dari lima gol dalam empat laga pembuka Serie A.
Ia kini berdiri sejajar dengan Pedro Manfredini (musim 1960/1961) dan sang pangeran abadi Roma, Francesco Totti (musim 2001/2002). Sebuah pencapaian yang bahkan tak pernah ia bayangkan saat pertama kali mengemas koper menuju Italia.
Secara keseluruhan, pemain timnas Belanda ini telah mengoleksi 20 gol dan dua asis hanya dari 22 pertandingan sejak berseragam Roma. Statistik ini menjadikannya pemain paling tajam di Serie A sejak hari pertamanya menginjakkan kaki di Italia.
Di balik senyum ramah dan pembawaannya yang tenang di luar lapangan, Malen menyimpan rasa lapar yang besar. Rasa lapar itulah yang membuat sang pelatih, Gian Piero Gasperini, tak segan melemparkan pujian tertinggi.
Gasperini, yang dikenal dingin dan penuntut, mengakui bahwa performa anak asuhnya itu telah melampaui semua prediksi di atas kertas.
“Saya tahu sejak awal tahun bahwa merekrut Malen itu akan jadi langkah penting. Akan tetapi, dia sudah melampaui semua ekspektasi,” ungkap Gasperini. (bsf)
Editor : Inilahkoran

