Pemkot Tutup TPS Ilegal
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Asap mengepul dari sebuah lahan di kawasan Puncak Ciumbuleuit (Punclut), Kota Bandung. Api yang tak terlalu besar justru bertahan berjam-jam, membakar timbunan dari dalam dan menyisakan kepulan asap yang mengganggu lingkungan sekitar.
Kebakaran itu terjadi sejak Senin (14/9) malam. Lebih dari delapan unit mobil pemadam dikerahkan Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) Kota Bandung untuk menangani titik api yang berada di lokasi yang diduga menjadi tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal.
Bagi Pemerintah Kota Bandung, kebakaran tersebut membuka persoalan lain. Lahan yang terbakar diduga bukan sekadar lokasi penampungan puing bangunan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menduga terdapat aktivitas transit sampah ilegal dari luar wilayah. Dugaan itu muncul setelah ditemukan puing bangunan yang bercampur dengan sampah rumah tangga.
“Kami curiga ada transit sampah ilegal dari luar wilayah sini. Kelihatannya ini sampahnya bukan puing, sudah bercampur dengan sampah biasa,” kata Farhan di Bandung, Selasa.
Pemkot Bandung memastikan lahan tersebut akan ditutup. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diminta mengumpulkan data dan informasi mengenai aktivitas di lokasi sebelum dugaan pelanggaran tersebut dilaporkan kepada Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup.
“Kami akan melaporkannya kepada Gakkum KLH untuk melakukan penyelidikan awal apabila memang terjadi tindak pidana lingkungan hidup,” ujarnya.
Pemilik lahan juga akan dimintai keterangan. Pemerintah ingin mengetahui aktivitas yang berlangsung di lokasi sekaligus menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab atas timbunan tersebut.
Berdasarkan informasi awal, lahan itu merupakan milik perseorangan. Lokasi tersebut diduga digunakan untuk menampung puing bangunan yang kemudian bercampur dengan sampah rumah tangga.
Timbunan itulah yang kini menjadi perhatian. Farhan mengatakan kebakaran diduga berkaitan dengan gas metana yang terbentuk di dalam tumpukan sampah. Gas tersebut diduga kemudian tersulut percikan api dan membuat material di dalam timbunan terbakar.
“Nah, ini semalam terjadi kebakaran, diduga karena ada gas metan di bawah dan kemudian merembet ke atas. Jadi selama kurang lebih hampir 12 jam telah terjadi kebakaran lahan yang menimbulkan asap gangguan ke mana-mana,” tuturnya.
Penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Namun, tumpukan sampah yang berada di bawah permukaan menjadi salah satu dugaan awal.
“Belum tahu penyebabnya, tapi kemungkinan besar karena tumpukan sampah di bawah sudah sangat banyak. Jadi ada timbunan metan, ada percikan api sedikit,” kata Farhan. (cesar yudistira/gin)
Editor : Inilahkoran

