Menyiram Pagi, Menjaga Harapan Panen

AIR, tanah, dan tanaman terus dijaga di Hanpangan Bomang. Perawatan rutin menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan.

Menyiram Pagi, Menjaga Harapan Panen
RAWAT KAWASAN: Satgas Pengawal Indonesia Emas Hanpangan Korem 061/Suryakancana terus melakukan perawatan kawasan Hanpangan di Jalan Raya Bomang, Kabupaten Bogor untuk menjaga kondisi tanaman.

Pagi dan sore menjadi waktu ketika air kembali menyentuh tanaman di kawasan Hanpangan Jalan Raya Bomang, Kabupaten Bogor. 

Bagi Satgas Pengawal Indonesia Emas Hanpangan Korem 061/Suryakancana, menyiram tanaman bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya menjaga lahan tetap hidup dan produktif.

Di area 12, 13, 14 dan 15, penyiraman dilakukan dua kali sehari. Tanaman dijaga agar kebutuhan airnya tetap terpenuhi, terutama di tengah kondisi cuaca yang dapat berubah dan memengaruhi pertumbuhan.

Setelah air selesai dialirkan, pekerjaan belum berhenti. Petugas berpindah dari satu area ke area lainnya, memeriksa kondisi tanaman dan lingkungan lahan. Setiap bagian dirawat agar tetap siap dikembangkan.

Di area 2, pekerjaan mengambil bentuk berbeda. Sebuah alat berat beko digunakan untuk membuat parit di bagian tengah lahan. Di sisi timur area tersebut, kohe ditebarkan pada bedengan untuk membantu proses perawatan sekaligus pengolahan tanah.

Tak hanya tanaman dan tanah, sarana pendukung kawasan juga ditata. Paving block dipasang di bagian depan saung agar kawasan lebih tertata dan nyaman digunakan.

Seluruh pekerjaan dilakukan bersama tim penggerak dan tim pendukung dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Perikanan, Dinas Peternakan, serta kelompok tani (Poktan) Suryakancana.

Kapten Inf Wawan mengatakan, perawatan dilakukan secara konsisten agar kawasan Hanpangan tidak berhenti sebagai lahan yang telah dibangun, tetapi terus berkembang dan menghasilkan.

“Satgas terus melakukan perawatan secara rutin, terutama penyiraman pagi dan sore. Setiap area kita jaga dan kita rawat agar tanaman tetap tumbuh baik dan kawasan Hanpangan terus produktif,” ujar Kapten Inf Wawan, dalam keterangannya. (gin)Pagi dan sore menjadi waktu ketika air kembali menyentuh tanaman di kawasan Hanpangan Jalan Raya Bomang, Kabupaten Bogor. 

Bagi Satgas Pengawal Indonesia Emas Hanpangan Korem 061/Suryakancana, menyiram tanaman bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya menjaga lahan tetap hidup dan produktif.

Di area 12, 13, 14 dan 15, penyiraman dilakukan dua kali sehari. Tanaman dijaga agar kebutuhan airnya tetap terpenuhi, terutama di tengah kondisi cuaca yang dapat berubah dan memengaruhi pertumbuhan.

Setelah air selesai dialirkan, pekerjaan belum berhenti. Petugas berpindah dari satu area ke area lainnya, memeriksa kondisi tanaman dan lingkungan lahan. Setiap bagian dirawat agar tetap siap dikembangkan.

Di area 2, pekerjaan mengambil bentuk berbeda. Sebuah alat berat beko digunakan untuk membuat parit di bagian tengah lahan. Di sisi timur area tersebut, kohe ditebarkan pada bedengan untuk membantu proses perawatan sekaligus pengolahan tanah.

Tak hanya tanaman dan tanah, sarana pendukung kawasan juga ditata. Paving block dipasang di bagian depan saung agar kawasan lebih tertata dan nyaman digunakan.

Seluruh pekerjaan dilakukan bersama tim penggerak dan tim pendukung dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Perikanan, Dinas Peternakan, serta kelompok tani (Poktan) Suryakancana.

Kapten Inf Wawan mengatakan, perawatan dilakukan secara konsisten agar kawasan Hanpangan tidak berhenti sebagai lahan yang telah dibangun, tetapi terus berkembang dan menghasilkan.

“Satgas terus melakukan perawatan secara rutin, terutama penyiraman pagi dan sore. Setiap area kita jaga dan kita rawat agar tanaman tetap tumbuh baik dan kawasan Hanpangan terus produktif,” ujar Kapten Inf Wawan, dalam keterangannya. (gin)


Editor : Inilahkoran