Api Galuga Padam, Pendinginan Berlanjut

Api Galuga Padam, Pendinginan Berlanjut
PADAMKAN API: Petugas gabungan penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga berhasil memadamkan seluruh titik api, Selasa (15/9).

INILAH, Bogor - Api di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga akhirnya padam. Setelah berhari-hari menjadi perhatian, seluruh titik api berhasil ditangani petugas gabungan, Selasa (15/9). 

Namun, pekerjaan belum benar-benar selesai. Di balik tumpukan sampah yang kembali tenang, panas masih mungkin tersimpan. Bara dapat muncul dari bagian dalam timbunan dan kembali menjadi api jika tidak segera didinginkan.

Karena itu, setelah seluruh titik api dinyatakan padam, petugas masih melakukan pendinginan dan pemantauan. Setiap kepulan asap dan titik panas menjadi perhatian agar kebakaran tidak kembali terjadi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor Rudy Mashudi mengatakan, salah satu metode yang digunakan adalah membongkar dan mengaduk tumpukan sampah di titik yang masih menyimpan panas.

Tumpukan sampah dibuka, material yang panas diaduk, kemudian disiram air. Cara tersebut dilakukan agar panas yang terperangkap di dalam timbunan dapat berkurang sekaligus mencegah bara kembali menyala.

“Kami lakukan metode bongkar dan aduk pada titik-titik api, kemudian disemprot air agar terjadi proses pemadaman sekaligus pendinginan. Tujuannya supaya panas yang masih berada di dalam tumpukan sampah bisa berkurang dan tidak kembali memunculkan api,” kata Rudy kepada wartawan, Selasa (15/9).

Petugas juga menyisir kawasan secara berkala. Titik-titik kecil yang masih mengeluarkan asap diperiksa dan ditangani untuk memastikan tidak ada sumber panas yang berkembang menjadi api baru.

“Selain itu, ada metode penyisiran pada titik-titik api kecil yang dilakukan oleh satuan personel. Itu dilakukan untuk memastikan setiap area yang masih memiliki potensi panas dapat segera ditangani,” ujarnya.

Kebakaran di kawasan TPAS memiliki karakter berbeda dengan kebakaran pada umumnya. Timbunan sampah yang tebal memungkinkan panas dan bara bertahan di bagian dalam, bahkan ketika permukaan terlihat sudah aman.

Itulah sebabnya, padamnya api yang terlihat dari luar belum menjadi tanda bahwa seluruh ancaman telah berakhir.

“Yang terpenting sekarang adalah memastikan tidak ada titik panas yang berkembang menjadi api kembali. Proses pendinginan dan pemantauan tetap berjalan,” tutur Rudy.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, petugas menggunakan peralatan yang tersedia sekaligus mendapat tambahan dukungan personel dari berbagai perangkat daerah. Unsur dari Kota Bogor dan Kabupaten Bogor turut terlibat dalam upaya pemadaman hingga proses pendinginan. (rizki mauludi/gin)


Editor : Inilahkoran