Sumedang Waspadai Banjir Longsor

Sumedang Waspadai Banjir Longsor
ALAT BERAT: Sebuah alat berat diterjunkan dalam penanggulangan bencana hidrometeorologi di Sumedang, Jawa Bara

INILAH, Sumedang - Hujan belum turun dengan deras, tetapi Sumedang sudah bersiap. Di sejumlah titik, pemerintah mulai memetakan ancaman yang mungkin muncul ketika langit berubah kelabu dan air turun lebih lama.

Banjir, longsor, genangan hingga luapan sungai menjadi potensi yang ingin dihadapi sebelum berubah menjadi bencana.

Pemerintah Kabupaten Sumedang memperkuat mitigasi dini dengan memetakan wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi. Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meminta seluruh perangkat daerah bergerak sejak sekarang, bukan menunggu bencana datang.

“Jangan sampai kita menunggu bencana terjadi. Petakan daerah yang rawan banjir, longsor, gempa dan potensi bencana lainnya, kemudian segera lakukan langkah penanganannya,” tegasnya.

Bagi pemerintah, musim kemarau menjadi waktu untuk berbenah. Saat debit air belum meningkat dan hujan belum mengguyur tanpa jeda, pekerjaan fisik yang berkaitan dengan mitigasi diminta segera diselesaikan.

Pengerukan sedimentasi sungai, pengecekan drainase, pemeriksaan tanggul dan Tempat Penahan Tanah (TPT), hingga penanganan titik rawan genangan dan longsor menjadi bagian dari pekerjaan yang harus dipercepat.

Pekerjaan tersebut akan disesuaikan dengan hasil pemetaan lapangan. Anggaran yang telah tersedia dalam Perubahan APBD 2026 diarahkan pada lokasi yang dinilai memiliki tingkat kerawanan dan urgensi paling tinggi.

“Misalnya sungai mana yang harus dikeruk, kapan waktunya, jangan sampai terlambat. Koordinasikan dengan BBWS agar penanganannya bisa segera dilakukan,” ujar Dony seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (15/9).

Sejumlah wilayah masuk dalam perhatian pemerintah. Ujungjaya, Tomo, Cimanggung, Darmaraja, kawasan perkotaan Sumedang, Margalaksana Sumedang Selatan dan Cisambeng Situraja menjadi beberapa titik yang perlu diantisipasi. (gin)


Editor : Inilahkoran