Perkuat Hubungan Indonesia-Prancis: Kata Bertemu Budaya Bersatu

SEMARANG kembali menjadi ruang perjumpaan Indonesia dan Prancis melalui sastra. Dari kota ini, sebuah cerita lintas bangsa mulai ditulis.

Perkuat Hubungan Indonesia-Prancis: Kata Bertemu Budaya Bersatu
RESIDENSI RIMBAUD: Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen Hafidz Muksin yang mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan sambutan kepada penulis Prancis Louis-Philippe Dalembert di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (15/9) sebagai bagian dari pelaksanaan Program Residensi Rimbaud.

Sebuah kota bisa dikenang lewat bangunannya, jalan-jalannya, atau sejarah yang melekat di setiap sudutnya. Namun bagi seorang penulis, kota juga bisa menjadi halaman kosong untuk menuliskan cerita baru.

Semarang kini menjadi ruang semacam itu bagi Louis-Philippe Dalembert. Selama tiga bulan, penulis Prancis kelahiran Haiti yang kini bermukim di Paris tersebut akan menjalani proses kreatif sekaligus menyelami kehidupan, bahasa, dan kebudayaan di Kota Semarang.

Dalembert menjadi penulis pertama yang mengikuti Program Residensi Rimbaud, sebuah program residensi sastra bilateral yang digagas Kedutaan Besar Prancis dan Institut français d’Indonésie (IFI) bersama Pemerintah Kota Semarang.

Program tersebut mendapat dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin mengatakan kehadiran Dalembert membuka ruang perjumpaan antara penulis dengan masyarakat, akademisi, mahasiswa hingga komunitas sastra.

Bagi Hafidz, perjumpaan itu lebih dari sekadar agenda kebudayaan. Ada peluang bagi lahirnya karya yang merekam pengalaman Indonesia melalui pandangan seorang penulis dari luar negeri.

“Badan Bahasa secara terbuka mendukung Louis-Philippe Dalembert dalam menghasilkan karya sastra selama berada di Semarang,” ujar Hafidz, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (15/9).

Dukungan tersebut akan dilakukan melalui Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Informasi dan fasilitasi mengenai bahasa Indonesia, bahasa daerah serta literasi akan diberikan untuk membantu proses kreatif Dalembert selama menjalani residensi.

Ada alasan khusus mengapa Semarang dipilih.

Kota ini memiliki jejak sejarah yang berkaitan dengan penyair Prancis Arthur Rimbaud, sosok yang namanya menjadi inspirasi program residensi tersebut. Pada 1876, Rimbaud pernah tiba di Semarang sebelum melanjutkan perjalanan menuju Salatiga.

Lebih dari satu abad kemudian, jejak itu kembali dihidupkan melalui seorang penulis lain.

Dalembert akan berada di Semarang mulai September hingga November 2026. Selama masa tersebut, ia tidak hanya menulis dari balik meja, tetapi juga berinteraksi langsung dengan lingkungan tempat ia tinggal.

Lawang Sewu menjadi salah satu ruang yang akan menjadi bagian dari proses kreatifnya. Selain itu, Dalembert dijadwalkan bertemu dengan penulis, mahasiswa, peneliti, pembaca dan komunitas sastra melalui berbagai diskusi serta lokakarya. (gin)


Editor : Inilahkoran