Underpass Dibangun Pohon Diganti

Underpass Dibangun Pohon Diganti
TANAM POHON: Wali Kota Cimahi Ngatiyana saat kegiatan penanaman pohon di Underpass Jalan Gatot Subroto (Gatsu).

INILAH, Bandung - Pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto (Gatsu) membawa perubahan pada wajah kawasan tersebut. Bangunan lama terdampak, begitu pula sejumlah pohon yang selama ini menjadi bagian dari lanskap jalan.

Namun, ketika pembangunan bergerak maju, Pemerintah Kota Cimahi berusaha memastikan ruang hijau tidak ikut hilang begitu saja.

Pemkot Cimahi bersama Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi menanam pohon secara simbolis, Selasa (15/9). Penanaman tersebut menjadi bagian dari kewajiban mengganti pohon yang terdampak pembangunan underpass.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, penanaman pohon merupakan tanggung jawab yang harus dilakukan setelah sejumlah pohon berada di area yang bersinggungan dengan proyek.

“Penanaman pohon ini sebagai dampak ataupun pengganti pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto. Di lokasi pembangunan ada beberapa pohon yang terdampak, sehingga kewajiban kita mengganti pohon tersebut sebagai bagian dari pelestarian lingkungan,” kata Ngatiyana.

Baginya, pembangunan kota tidak seharusnya berhenti pada beton, jalan, dan kelancaran lalu lintas. Ada lingkungan yang harus tetap dijaga karena menjadi bagian dari keberlanjutan kehidupan warga.

Karena itu, pohon pengganti tidak ditanam hanya di sekitar proyek. Pemkot Cimahi menyiapkan sejumlah lokasi lain yang telah disurvei dan dinilai sesuai, termasuk kawasan dengan fungsi ekologis serta ruang terbuka hijau milik pemerintah daerah.

“Penanaman pohon bukan hanya di satu tempat, tetapi di beberapa tempat sesuai ketentuan, sesuai berapa pohon yang terkena dampak dan berapa pohon yang harus kita tanam,” ujarnya.

Jenis pohon yang dipilih pun tidak semata-mata untuk menghijaukan kawasan. Pemerintah memilih tanaman yang dinilai memberikan manfaat lebih bagi masyarakat.

Salah satunya adalah pohon durian. Pohon buah tersebut dipilih karena dinilai adaptif sekaligus produktif. Harapannya, pohon yang ditanam hari ini tidak hanya tumbuh menjadi penghijauan, tetapi kelak menghasilkan buah yang dapat dinikmati masyarakat.

“Pokoknya kita pilih yang bermanfaat. Kalau tanaman buah, diharapkan sekitar dua sampai tiga tahun sudah bisa berbuah. Jadi bukan hanya sekadar menanam, tetapi ada manfaatnya yang langsung dapat dirasakan warga,” kata Ngatiyana.

Penanaman itu menjadi upaya untuk menjaga keseimbangan di tengah pembangunan yang terus berjalan. Underpass dibangun untuk mendukung mobilitas dan perkembangan kota, tetapi ruang hijau tetap memiliki peran yang tidak kalah penting.

Ngatiyana menegaskan, kemajuan infrastruktur tidak boleh membuat perhatian terhadap lingkungan tersisih. (agus satia negara/gin)


Editor : Inilahkoran