BARCELONA VS RACING SANTANDER: JIWA AZULGRANA

BARCELONA tak sekadar menang.Mereka sedang menikmati kembalinya jiwa yang lama menghilang.

BARCELONA VS RACING SANTANDER: JIWA AZULGRANA

Oleh: Bsafaat

Hansi Flick mulai tersenyum lebar. Spotify Camp Nou kembali bergeliat. Dia menyaksikan sebuah keajaiban kecil: lima laga, lima kemenangan sempurna, dan 21 gol yang lahir seperti simfoni.

Angka-angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas klasemen, melainkan pembuktian dari sebuah keluarga baru yang sedang tumbuh bersama.

Akhir pekan lalu, saat peluit panjang berbunyi di markas Levante dengan skor akhir 4-2, ada rasa lega sekaligus haru yang membuncah. Mereka sempat diragukan setelah kepergian pilar-pilar utama sekelas Robert Lewandowski, Ferran Torres, dan Marcus Rashford. Kehilangan mereka sempat menyisakan lubang besar dan kekhawatiran di hati para Culés.

Namun, di dalam ruang ganti yang sunyi, sebuah ikatan baru justru sedang ditempa. Kehadiran wajahwajah baru seperti Karim Adeyemi, Gabriel Jesus, Rodri, dan Anthony Gordon membawa angin segar yang penuh harapan.

Mereka datang bukan untuk menggantikan nama besar yang hilang, melainkan untuk merajut cerita baru dengan keringat dan tekad mereka sendiri.

Bagi Anthony Gordon, petualangan di Catalonia ini terasa begitu emosional.

Winger muda asal Inggris ini merasakan betul bagaimana tim ini bertransformasi dari sekadar kumpulan pemain bintang menjadi sebuah kesatuan yang utuh.

“Saya sangat bahagia.

Kami tahu apa yang mampu kami lakukan bersama-sama, dan rasanya akan sangat sulit bagi siapa pun untuk menghentikan kami mencetak gol,” ujar Gordon dengan mata berbinar kepada media klub, seperti dikutip Goal.

Kekuatan Barcelona musim ini tidak lagi bertumpu pada ego satu atau dua megabintang. Flick telah berhasil menanamkan rasa percaya diri bahwa setiap pemain adalah solusi.

Ketika satu jalan buntu, pemain lain akan mengulurkan tangan menawarkan jalan keluar yang berbeda.

“Kualitas terbesar kami adalah kemampuan untuk menemukan jawaban dalam setiap situasi sulit di lapangan. Apa pun taktik yang digunakan lawan untuk meredam kami, kami selalu punya cara untuk melaluinya bersama,” lanjut Gordon.

Kehilangan sosok senior memang berat, namun badai itu justru melahirkan kedekatan yang magis di antara skuad yang ada. Ada kehangatan baru yang kini dirasakan seluruh tim— sebuah rasa saling memiliki yang melampaui taktik di atas papan strategi.

“Saya tahu pemainpemain hebat telah pergi, tetapi mereka yang datang juga membawa hati yang luar biasa untuk klub ini.

Sekarang, kami benar-benar merasa seperti sebuah keluarga, sebuah tim yang utuh,” ucap Gordon.

Di puncak klasemen dengan 15 poin, Barcelona kini melangkah dengan kepala tegak. Bukan karena mereka merasa tak terkalahkan, tetapi karena mereka tahu, mereka tidak lagi berjalan sendirisendiri di dalam lapangan.

Tantangan Terdekat Los Azulgrana menatap laga terdekat kontra Racing Santander di Spotify Camp Nou, Kamis (17/9) dini hari WIB.

Mereka jelas berada dalam posisi yang begitu diunggulkan.

Laga ini mempertemukan pemuncak klasemen dengan tim promosi yang sedang menikmati awal musim cukup positif.

Barcelona mengawali musim dengan sempurna melalui lima kemenangan beruntun di La Liga. Pasukan Hansi Flick juga tampil produktif dengan mencetak 21 gol dari lima pertandingan.

Racing Santander datang dengan catatan dua kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan dari lima pertandingan. Tim promosi tersebut berada di posisi ke-10 dengan tujuh poin setelah mengalahkan Alaves 2-1 pada pertandingan terakhir.

Produktivitas Racing cukup baik dengan sembilan gol, tetapi mereka juga telah kebobolan sembilan kali. Selain itu, dua pertandingan tandang mereka di La Liga musim ini berakhir dengan kekalahan.

Barcelona jelas lebih unggul dalam rekor pertemuan. Dari 101 pertemuan di semua kompetisi, Barcelona menang 63 kali berbanding 17 kemenangan Racing, sedangkan delapan duel terakhir seluruhnya dimenangi Blaugrana.

(bsf )


Editor : Inilahkoran