Berkah Ramadan, Pengusaha Baju Muslim di Cimahi Kebanjiran Omzet hingga Dua Kali Lipat 

Hadirnya bulan suci Ramadan senantiasa memberikan keberkahan bagi setiap muslim. Tak hanya kenikmatan beribadah, Ramadan tahun ini pun memberikan keberkahan tersendiri bagi para pelaku usaha.

Berkah Ramadan, Pengusaha Baju Muslim di Cimahi Kebanjiran Omzet hingga Dua Kali Lipat 
Hadirnya bulan suci Ramadan senantiasa memberikan keberkahan bagi setiap muslim. Tak hanya kenikmatan beribadah, Ramadan tahun ini pun memberikan keberkahan tersendiri bagi para pelaku usaha./Agus Satia Negara

INILAHKORAN, cimahi - Hadirnya bulan suci ramadan senantiasa memberikan keberkahan bagi setiap muslim. Tak hanya kenikmatan beribadah, Ramadan tahun ini pun memberikan keberkahan tersendiri bagi para pelaku usaha.

Salah satunya seperti para pengusaha busana muslim di Kota Cimahi yang tengah kebanjiran pesanan sejak memasuki bulan Ramadan 1444 Hijriah.

Tak tanggung-tanggung, mereka bisa mengantongi omzet hingga berlipat ganda selama bulan suci Ramadan ini.

Kondisi tersebut terjadi lantaran tradisi untuk membeli baju baru yang dilakukan setiap Hari Raya Idul Fitri, termasuk kebutuhan pakaian selama Ramadan yang menjadi faktor tingginya permintaan busana muslim.

Salah seorang pengusaha busana muslim di Jalan Margaluyu RT 01 RW 2 Kelurahan Cimahi, Kota Cimahi, Lia Nilan Dewi (50) mengatakan, peningkatan permintaan baju muslim telah terjadi sejak dua bulan sebelum Ramadan. 

"Bagi kita pengusaha baju muslim kenaikan permintaan justru terjadi bukan saat Lebaran, tapi sejak dua bulan sebelum Ramadan karena produksi kita untuk para agen-agen," kata Lia.

Ia mengaku, selama dua bulan terakhir dirinya mendapat pemesan busana muslim hingga 2.000 pieces. 

"Angka penjualan tersebut naik sekitar 150 persen di banding hari biasa," ungkapnya.

Sedangkan, lanjut dia, jika di luar momen Ramadan dan Idul Fitri pihaknya rata-rata mendapat pemesanan 400 pieces. 

"Jadi kalau bulan biasa kita bisa meraup untung kurang dari Rp 100 juta. Nah kalau Ramadan dan Lebaran keuntungan bisa capai Rp300 juta," ujarnya.

Menurutnya, keuntungan penjualan fashion muslim itu dipastikan bakal terus bertambah, sebab saat ini dirinya masih membuka pesanan hingga pertengahan Ramadan, meskipun akan dibatasi untuk setiap modelnya. 

"Sampai sekarang masih menerima pesanan, tapi kayanya akan dibatasi soalnya ada keterbatasan di bahan sama waktu takut enggak terkejar sampai lebaran," tuturnya.

Sebetulnya, tambah dia, pemesanan baju muslim pada bulan Ramadan pasca pandemi COVID-19 mengalami penurunan jika dibandingkan sebelumnya.

Pasalnya, sebelum pandemi COVID-19 dirinya bisa menjual hingga 2.000 pcs saat momen bulan suci ini.

"Kalau pasca pandemi itu pasarnya jadi sulit terbaca, beda sama sebelumnya. Contohnya, trennya apa nih, biasanya saya langsung membacanya, tapi sekarang susah karena semakin banyak pesaing," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : JakaPermana