Hipmi Kabupaten Tasikmalaya Bidik Lahirkan Pengusaha Baru hingga Desa

Hipmi Kabupaten Tasikmalaya resmi memulai kepengurusan baru masa bakti 2026-2029. Pelantikan yang berlangsung di Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya.

Hipmi Kabupaten Tasikmalaya Bidik Lahirkan Pengusaha Baru hingga Desa
Fahmi Muzaki (memegang bendera) dilantik menjadi Ketua Hipmi Kabupaten Tasikmalaya masa bakti 2026-2029. (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Hipmi Kabupaten Tasikmalaya resmi memulai kepengurusan baru masa bakti 2026-2029. Pelantikan yang berlangsung di Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (12/7/2026).

Selama tiga tahun ke depan, Fahmi Muzaki yang didapuk sebagai pucuk pimpinan Hipmi Kabupaten Tasikmalaya mengaku siap menperkuat peran organisasi mendorong lahirnya pengusaha muda hingga ke tingkat desa.

Fahmi menuturkan, Hipmi Kabupaten Tasikmalaya memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintahan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di daerah. Menurutnya, organisasi tidak hanya berfokus pada pengembangan anggotanya, tetapi juga mendorong lahirnya pengusaha baru melalui pembinaan UMKM dan kolaborasi lintas sektor.

"Kami berharap keberadaan Hipmi tiga tahun ke depan mampu mewarnai dunia usaha di Kabupaten Tasikmalaya. Hipmi akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan dunia usaha dan menciptakan peluang bagi para pengusaha muda," ujarnya.

Fahmi menilai Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki 39 kecamatan dan 351 desa menyimpan potensi ekonomi yang besar. Karena itu, HIPMI berencana memperluas pembinaan kewirausahaan hingga tingkat desa agar semakin banyak masyarakat yang mampu membangun usaha secara mandiri.

Pada kesempatan tersebut, Hipmi Kabupaten Tasikmalaya juga meluncurkan website resmi organisasi yang dikembangkan oleh mahasiswa magang. Platform digital tersebut diharapkan menjadi sarana promosi produk lokal sekaligus mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung sehingga mampu memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.

Ke depan, Hipmi Kabupaten Tasikmalaya juga akan memperkuat sinergi dengan Hipmi di wilayah Priangan Timur melalui berbagai program, seperti business matching serta dukungan terhadap pembangunan dapur program makan bergizi gratis (MBG).

Sementara itu, Ketua Hipmi Jabar Radityo Egi Pratama, mengingatkan kepengurusan baru agar lebih berorientasi mencetak pengusaha dibanding sekadar membesarkan organisasi.

Dia menyebut rasio pengusaha di Indonesia saat ini baru berkisar 3,29 hingga 3,47 persen dari jumlah penduduk, sementara pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 3,6 persen atau sekitar 10 juta pengusaha pada 2029.

"Kalau melihat negara-negara maju, rasio ideal jumlah pengusaha berada di kisaran 10-12 persen. Artinya masih ada ruang yang sangat besar bagi HIPMI untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru," kata Radityo.


Editor : Doni Ramdhani