Bermasalah Satu kelas, Guru di Purwakarta Sebut Guru yang lain juga Rasakan Hal Sama
Ibu Atun sebut guru SMAN 1 Purwakarta yang lain juga rasakan hal yang sama di mana murid di kelas itu bermasalah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Ibu Atun Syamsiah, guru di SMAN 1 Purwakarta didatangi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai viral video muridnya menghina dirinya.
Sebelumnya, viral di media sosial seorang siswi berani menghina seorang guru dengan mengacungkan jari tengah di belakang sang guru.
Saat ditemui Dedi Mulyadi Atun menceritakan bagaimana perilaku siswi dan pelajar lainnya selama di sekolah.
"Selama ini di kelasnya (9 pelajar yang dinilai bermaslaah) bagaimana anak-anak itu?," tanya Dedi Mulyadi pada snag guru.
"Variatif ya pak, ada yang memang bagus, potensi pembelajarannya ada yang biasa, dan juga ada yang kurang," jawab ibu Atun.
Atun menjelaskan diantara anak-anak tersebut ada salah satu anak yang sering dia bina karena memang ada yang bermasalah.
"Dia itu sering saya panggil diajak bicara, 'ya bu terimakasih bu selalu mengingatkan saya'," tutur Atun.
Atun juga menyebutkan bahwa sebenarnya memang satu kelas di kelas anak tersbeut belajar memang bermasalah.
Bukan hanya dirinya yang dapat perlakuan buruk, bahkan guru yang lain juga seeing mengeluhkan hal yang sama mengenai kelas tersebut.
"Saya sering mengatakan ke kelas untuk semua, hati-hati dalam melangkah kadang kita suka lupa diri, saya selalu aja, dari semester 1 itu pak," jelas Atun.
Dia melanjutkan, "terus ada perubahan alhamdulillah tuh, anak-anak kelas itu teh memang rada masyaallah pak dari setiap guru juga."
Melihat murid di kelas tersbeut nakal, Atun merasa tertantang untuk membantu anak-anak kelas tersbeut agar tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
"Semakin anak seperti itu semakin saya tertantang, ini kasian loh kalo tidak saya rapihkan, ini tanggung jawab moral saya nih, tanggung jawab saya nih sama Allah, tanggung jawab saya nih untuk sekolah, tanggung jawab saya nih untuk orang tua dan untuk masyarakat," ujarnya.
Untuk mendisiplinkan perilaku anak di kelas tersebut, 15 menit sebelum mengajar Atun selalu memberikan materi Panca Waluya.***
Editor : Irma Nurfajri


