Bermodalkan Lidah Buaya yang Tumbuh di Sekolah, SMPN 2 Ngamprah Ciptakan Minuman Sehat yang Diberinama Misely

Seakan tak pernah habis untuk menelurkan prestasi, SMPN 2 Ngamprah kembali menghadirkan inovasi dengan menciptakan produk berupa minuman sehat berbahan dasar tanaman lidah buaya yang diberinama Misely.

Bermodalkan Lidah Buaya yang Tumbuh di Sekolah, SMPN 2 Ngamprah Ciptakan Minuman Sehat yang Diberinama Misely
Seakan tak pernah habis untuk menelurkan prestasi, SMPN 2 Ngamprah kembali menghadirkan inovasi dengan menciptakan produk berupa minuman sehat berbahan dasar tanaman lidah buaya yang diberinama Misely./Agus Satia Negara

INILAHKORAN, Ngamprah - Seakan tak pernah habis untuk menelurkan prestasi, SMPN 2 ngamprah kembali menghadirkan inovasi dengan menciptakan produk berupa minuman sehat berbahan dasar tanaman lidah buaya yang diberinama Misely.

Tak puas dinobatkan sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri 2023 dan membawa tropi bergengsi dari Menteri Kependudukan Lingkungan Hidup di Jakarta, SMPN 2 ngamprah terus mendorong warganya untuk selalu berinovasi.

Sebelumnya, SMPN 2 ngamprah sempat menyabet peringkat terbaik kedua sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tingkat nasional tahun 2023.

"Kami bakal terus mendorong warga SMPN 2 ngamprah untuk terus berinovasi," ungkap Kepala SMPN 2 ngamprah, Agus Samsu Permana, dalam siaran Podcast Bisa Cerdas yang diselenggarakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Agus menuturkan, sesuai dengan visi sekolah yang diusungnya, SMPN 2 ngamprah bakal terus menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

"Salah satunya menciptakan produk Misely, minuman sehat yang dibuat dari tanaman lidah buaya," tuturnya.

"Sesuai dengan visi kami, yakni Sikap Aktif, yakni siaga kependudukan dan peduli lingkungan, berakhlak mulia, kreatif, terampil,dan inovatif," sambungnya.

Dengan visi tersebut, maka terciptalah produk minuman sehat Misely yang merupakan produk unggulan sekolah.

"Produk Misely ini dikelola oleh Kader Kesehatan Remaja (KKR) SMPN 2 ngamprah," ucapnya.

Selain itu, sesuai dengan jargon yang diusung sekolah, pihaknya pun berharap segala kreativitas dan inovasi warga sekolah akan melahirkan para lulusan yang berkualitas dan menjadipribadi yang bermanfaat di manapun mereka berada.

“Jargon yang kami usung, yakni 'Senyum', sehat, nyaman, unggul dan mandiri. Sehingga diharapkan para lulusan kami jika mereka melanjutkan ke SMA, kemudian masuk perguruan tinggi harus menjadi mahasiswa yang baik," ungkapnya.

Kemudian, sambung Agus, apabila mereka melanjutkan ke SMK harus menjadi pekerja yang baik, dan jika melanjutkan ke pesantren harus menjadi Ustad dan ustadah yang baik.

"Mereka harus menjadi pribadi yang berkualitas dan bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, pemandu Podcast Bisa Cerdas, Dr. Wika memaparkan, produk yang dibuat dengan tujuan untuk menjadikan seluruh warga sekolah sehat dan segar tersebut, memanfaatkan tanaman lidah buaya yang tumbuh subur di lingkungan sekolah.

“Latar belakang kenapa Misely dibuat, karena tanaman lidah buaya adalah tanaman unggulan SMPN 2 ngamprah yang sudah ada sejak tahun 2017," paparnya.

Wika menyebut, lidah buaya ini mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tumbuh, namun sangat jarang orang tahu bahwa lidah buaya bisa dikonsumsi menjadi makanan, ataupun minuman.

"Melihat potensi tersebut, KKR SMPN 2 ngamprah berinisiatif untuk membuat minuman yang sehat dan bisa dikonsumsi oleh semua kalangan,” sebutnya.

Tak hanya itu, ungkap Wika, manfaat Misely sangat banyak, seperti, mampu mencegah dehidrasi, mencegah jerawat, mengatasi kulit kering, melembabkan kulit dan meredakan peradangan.

"Bahkan bisa mengatasi sembelit, asam lambung, hingga mampu mengontrol kadar gula darah," ungkapnya.

Lebih jauh Wika menuturkan, adapun cara membuat minuman Misely ini dengan membuat jelly lidah buaya terlebih dahulu dengan cara, ambil satu buah daun lidah buaya. Kemudian potong atau buang 2 sisi pinggir daunnya.

Setelah itu, buang kulit bagian atas dan bawahnya, sehingga yang tersisa hanya bagian tengahnya yang berupa jelly berwarna bening. Selanjutnya, jelly tersebut dipotong seperti dadu.

"Cuci dengan air mengalir hingga tidak ada lagi lendir yang tersisa. Untuk mengetahui bahwa jelly tersebut sudah siap diolah, jika kita mengecapnya tidak terasa pahit. Lalu, rebus biji selasih sampai mengembang lalu dinginkan," tuturnya.

"Setelah itu, masukan jelly, biji selasih, syrup dan air ke dalam gelas. Lalu, aduk hingga merata. Dan, Misely siap dihidangkan,” pungkasnya.*** (agus satia negara)


Editor : JakaPermana