Bertahun-tahun Rusak, Warga Babakan Patungan Perbaiki Jalan Kabupaten
Warga Bababakan Kabupaten Cirebon patungan perbaiki jalan yang sudah bertahun-tahun rusak yang tak pernah diperbiki Pemkab
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kesabaran warga Desa Karangwangun dan Desa Pakusanben, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, akhirnya habis. Jalan Rasyid Singawijaya yang berstatus jalan kabupaten dan menjadi akses utama penghubung dua desa itu rusak parah selama bertahun-tahun tanpa perbaikan.
Kondisi jalan rusak tersebut memaksa warga turun tangan menggalang dana swadaya untuk memperbaiki jalan secara mandiri.
Kerusakan jalan terlihat hampir di sepanjang ruas. Lubang besar menganga dan semakin membahayakan saat musim hujan karena tertutup genangan air. Kondisi itu kerap memicu pengendara motor terjatuh dan menghambat aktivitas masyarakat.
Merasa usulan perbaikan tak kunjung mendapat respons, warga kemudian berinisiatif mengumpulkan sumbangan sukarela melalui grup percakapan WhatsApp. Dana tersebut rencananya digunakan untuk memperbaiki titik-titik jalan yang rusak berat.
Kuwu Pakusanben, Arif Solihun, membenarkan adanya gerakan swadaya masyarakat tersebut. Menurutnya, jalan itu merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Cirebon dan sudah berkali-kali diusulkan untuk diperbaiki.
“Itu jalan kabupaten poros kang, sudah sering diusulkan tapi belum juga direalisasikan,” ujar Arif saat dikonfirmasi, Senin 18 Mei 2026.
Dia mengatakan, penggalangan dana dilakukan secara sukarela dan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Bahkan dirinya sebagai kuwu ikut diminta berpartisipasi membantu biaya perbaikan.
“Ya saya juga diminta ikut donasi untuk perbaikan jalan itu,” katanya.
Arif mengaku memahami perbaikan jalan merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Namun, melihat kondisi yang semakin membahayakan, warga memilih bergerak sendiri demi keselamatan bersama.
Menurutnya, Jalan Rasyid Singawijaya memiliki peran vital bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Jalan tersebut digunakan warga untuk bekerja, sekolah, hingga mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan harian.
“Kalau jalannya rusak, aktivitas masyarakat terganggu dan risiko kecelakaan juga tinggi,” ungkapnya.
Dia berharap, langkah swadaya warga dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar segera dilakukan perbaikan permanen. Sebab, kerusakan jalan yang berlangsung bertahun-tahun dinilai sudah sangat merugikan masyarakat.
“Harapan kami tentu pemerintah segera turun tangan. Karena jalan ini urat nadi masyarakat di dua desa,” tukasnya.
Editor : Ahmad Sayuti
