Bey Machmudin Ajak Seluruh Pihak Jaga Kebersihan Lingkungan, Antisipasi DBD
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, puncak musim hujan akan terjadi di November 2024 hingga April 2025. Dimana pada fase itu, siklus penyakit demam berdarah dengue (DBD) mengemuka, akibat nyamuk Aedes Aegypti.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, puncak musim hujan akan terjadi di November 2024 hingga April 2025. Dimana pada fase itu, siklus penyakit demam berdarah dengue (DBD) mengemuka, akibat nyamuk Aedes Aegypti.
Menyikapi hal ini, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengajak seluruh pihak untuk mulai menjaga kebersihan lingkungan mereka. Menghindari adanya potensi genangan air, yang menjadi tempat bersarang dan berkembangbiak nyamuk Aedes Aegypti, penyebab DBD.
"Trennya mulai Januari-Februari. Kami minta Bu Kadinkes (Vini Adiani Dewi) untuk memulai gerakan kebersihan. Semua, mulai Forkopimda, BUMN, BUMD, sekolah, (secara) massif," ujar Bey Machmudin di Gedung Sate baru-baru ini.
Sebab kata Bey, hanya menjaga kebersihan adalah satu-satunya cara paling efektif untuk menekan jumlah korban akibat DBD.
"Jadi kita mulai belajar, kan ada siklusnya. Nah, ini saatnya kita mulai bersih-bersih. Jangan sampai ada air tergenang seperti itu. Jadi mudah-mudahan nanti pas Januari-Februari kita lihat hasilnya, mudah-mudahan akan turun," ucapnya.
Seperti diketahui, dari Januari-Agustus 2024 jumlah pasien DBD mencapai 42 ribu orang. Dimana kala itu, korban meninggal akibat nyamuk Aedes Aegypti mencapai 268 jiwa.
Merespon hal tersebut, Pemprov Jabar melakukan sejumlah strategi untuk menekan kasus DBD di 2025, antaranya Geber Sobat SiJumo (Gerakan Bersama Sobat Literasi Stunting, Imunisasi Pencegahan DBD dan Penanggulangan TBC) dan Jammilah (Jaga Ibu Hamil Lingkungan Bersih dan Sehat). ***
Editor : Ahmad Sayuti

