Bey Machmudin Minta Sekolah Lebih Peka,Cegah Perundungan
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meminta pihak sekolah dapat lebih peka terhadap siswanya, guna mencegah perundungan atau bully.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - penjabat (Pj) Gubernur jawa barat Bey Machmudin meminta pihak sekolah dapat lebih peka terhadap siswanya, guna mencegah perundungan atau bully.
Kasus perundungan yang menyebabkan NFN (18), siswi SMK Kesehatan Rajawali, Kabupaten Bandung Barat meninggal dunia kata Bey Machmudin seharusnya tidak perlu terjadi, andai pihak sekolah lebih peka.
Bey Machmudin pun tidak habis pikir, perundungan sampai terjadi tiga tahun lamanya, tanpa diketahui oleh pihak sekolah.
"Mendengar cerita dari ibundanya, kok sampai tiga tahun bisa terjadi (perundungan). Itu siapa yang salah?
Masa pihak sekolah tidak tahu?," ujar Bey Machmudin di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat 14 Juni 2024.
Dia pun berharap, kejadian serupa tidak lagi terulang di masa mendatang. Apalagi pembiaran, seperti yang dialami NFN di SMK Kesehatan Rajawali.
Selain itu, dia juga telah meminta Plh Kepala Dinas Pendidikan jawa barat Ade Afriandi untuk mengevaluasi, faktor penyebab perundungan sampai terjadi hingga tiga tahun tanpa terdeteksi.
Selain itu, Bey Machmudin juga mendorong kepada para guru supaya membangun hubungan lebih dekat kepada para siswa, guna mencegah perundungan.
"Guru harus dekat dengan muridnya. Jangan hanya mengajar. Jangan kayak gitu. Zaman sekarang dituntut lebih dekat. Mungkin dengan akrab, lebih terbuka," ucapnya.
Tidak hanya itu, Bey Machmudin juga meminta para orangtua untuk terus membangun komunikasi pada anaknya. Dimana menurutnya, hubungan antara orangtua dan anak yang baik, juga dapat mencegah terjadinya perundungan.
"Orangtua harus mendidik anak. Tetap terapkan norma di rumah, jangan bebankan ke guru. Orangtua pun harus peduli," pungkasnya. ***
Editor : JakaPermana

