Biar Rapi, DLH Kota Bogor Tertibkan TPS di Jalan Protokol

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor melanjutkan penertiban Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada di jalan-jalan protokol. Awal tahun 2026 ini DLH Kota Bogor melakukan penertiban 25 TPS, setelah sebelumnya dilakukan juga penertiban TPS pada tahun 2025 lalu. 

Biar Rapi, DLH Kota Bogor Tertibkan TPS di Jalan Protokol
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor melanjutkan penertiban Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada di jalan-jalan protokol. Awal tahun 2026 ini DLH Kota Bogor melakukan penertiban 25 TPS, setelah sebelumnya dilakukan juga penertiban TPS pada tahun 2025 lalu. 

INILAHKORAN.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor melanjutkan penertiban Tempat Pembuangan sampah (TPS) yang berada di jalan-jalan protokol. Awal tahun 2026 ini DLH Kota Bogor melakukan penertiban 25 TPS, setelah sebelumnya dilakukan juga penertiban TPS pada tahun 2025 lalu. 

"Kami dari Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kota Bogor, dalam tahun 2025 dan 2026 ke depan, melakukan perapihan lokasi-lokasi TPS yang ada di Kota Bogor. Terutama adalah TPS-TPS yang di jalan protokol yang dari sisi estetika, dari sisi penempatannya juga mengganggu," ungkap Kepala DLH Kota Bogor Deni Wismanto kepada INILAHKORAN pada Selasa 06 Januari 2026.

"Misalnya penempatannya TPS di lokasi taman publik, jalur hijau, ataupun TPS-TPS yang keberadaannya ada di trotoar. Nah ini juga prioritas pertama itu harus kami rapikan, kami bongkar," tambah Deni.

Deni menjelaskan, untuk prosesnya tidak langsung dibongkar. Pasti ada tahapan-tahapan yang pihaknya sampaikan, mulai daripada surat pemberitahuan, kemudian juga komunikasi dengan aparat setempat, aparat wilayah dan mencarikan alternatif solusinya seperti apa. 

"Jadi tidak begitu saja dibongkar. Kami carikan alternatifnya, sudah ketemu alternatif solusinya, kemudian dilakukan evaluasi tahapan, setelah ketemu dan clear, baru dilakukan eksekusi pembongkaran," jelasnya.

Deni menegaskan, untuk jumlah TPS yang saat ini sudah dibongkar kurang lebih 20 sampai 25 TPS, karena dari sisi penempatannya tidak pas. Tapi, ke depan memang ini bertahap dilakukan evaluasi, terutama di jalur-jalur protokol. 

"Ya, kami lakukan pembongkaran-pembongkaran di wilayah-wilayah tersebut. Agar estetika Kota Bogor terjaga," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana