Bibit Siklon Tropis 90S Picu Hujan Lebat di DIY, BMKG Minta Warga Waspada

Waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisi ini dipicu oleh kemunculan bibit siklon tropis 90S.

Bibit Siklon Tropis 90S Picu Hujan Lebat di DIY, BMKG Minta Warga Waspada
Bibit Siklon 90S Picu Hujan Lebat di DIY, BMKG Minta Warga Waspada

INILAHKORAN.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisi ini dipicu oleh kemunculan bibit siklon tropis 90S yang terpantau berada di Samudra Hindia.

Pelaksana Harian Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Sandy Purba Almubarak, menjelaskan bahwa sistem cuaca tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di sejumlah wilayah DIY.

Menurutnya, keberadaan bibit siklon 90S menyebabkan terbentuknya pola konvergensi angin serta belokan angin di sepanjang wilayah Pulau Jawa. Kondisi atmosfer ini mendukung terbentuknya awan hujan di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta.

BMKG memprediksi bibit siklon tersebut masih aktif hingga 8 Maret 2026. Namun dalam 24 jam ke depan, intensitasnya diperkirakan mulai melemah dengan kecepatan angin sekitar 35 knot atau setara 65 kilometer per jam dan tekanan udara meningkat menjadi sekitar 998 hPa.

Selanjutnya dalam 48 jam berikutnya, kekuatan sistem ini diperkirakan semakin menurun dengan kecepatan angin sekitar 30 knot atau sekitar 55 kilometer per jam. Dalam kurun waktu 72 jam, bibit siklon tersebut diprakirakan akan menghilang.

Selain pengaruh bibit siklon, kondisi suhu permukaan laut juga turut mendukung potensi hujan. Berdasarkan analisis BMKG, suhu muka laut di wilayah Laut Jawa serta perairan selatan Jawa di Samudra Hindia berkisar antara 26 hingga 29 derajat Celsius. Suhu yang relatif hangat ini meningkatkan suplai uap air ke atmosfer yang memicu pembentukan awan hujan.

Faktor lain yang memperkuat potensi hujan adalah tingginya tingkat kelembapan udara di wilayah DIY. Pada lapisan atmosfer dengan ketinggian sekitar 1 hingga 3 kilometer, tingkat kelembapan tercatat berada di kisaran 60 hingga 95 persen, sehingga cukup mendukung proses pembentukan awan hujan.

Untuk prakiraan cuaca, pada 5 Maret 2026 hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah Kulon Progo, bagian selatan Gunungkidul, serta bagian selatan Bantul. Sementara itu, tinggi gelombang laut di perairan selatan diperkirakan berkisar antara 2,5 hingga 4 meter.

Kemudian pada 6 Maret 2026, potensi hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di wilayah utara Sleman, bagian utara Kulon Progo, serta wilayah utara Gunungkidul. Tinggi gelombang laut diprediksi masih berada pada kisaran yang sama, yaitu sekitar 2,5 hingga 4 meter.


Editor : Firda Rachmawati