BIJB Dipakai Embarkasi Haji, Emil Berharap Tol Cisumdawu Segera Tuntas

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati mulai berdenyut. Ridwan Kamil berharap Tol Cisumdawu segera tuntas.

BIJB Dipakai Embarkasi Haji, Emil Berharap Tol Cisumdawu Segera Tuntas
Suasana di BIJB Kertajati yang akan digunakan sebagai embarkasi haji. Ridwan Kamil berharap Tol Cisumdawu segera tuntas.

INILAHKORAN, Bandung – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati mulai berdenyut. Ridwan Kamil berharap Tol Cisumdawu segera tuntas.

Asa tinggi disematkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terhadap Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau Tol Cisumdawu.

Pasalnya, nasib Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, di Kabupaten Majalengka diakuinya bergantung pada tuntasnya infrastruktur tersebut.

Emil –sapaan Ridwan Kamil mengatakan, denyut nadi BIJB sudah mulai terasa pasca ditetapkannya bandara kebanggaan Jawa Barat tersebut menjadi embarkasi dan debarkasi haji oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Hanya saja, tanpa dukungan infrastruktur penunjang seperti Tol Cisumdawu, dinilainya  akan memengaruhi proses pengembangannya untuk lebih maksimal.

“Sarana dan prasarana BIJB telah siap dan sudah ditetapkan melalui keputusan Menteri Agama tentang embarkasi dan debarkasi haji untuk wilayah Jawa Barat. Mudah-mudahan Cisumdawu secepatnya bisa tembus, karena itulah yang dapat mengubah nasib Bandara Kertajati. Insya Allah progresnya kini sudah mendekati 100 persen,” kata Ridwan Kamil dalam Rapat Paripurna, menjawab pandangan umum fraksi belum lama ini.

Selain itu Emil turut menyampaikan, dengan dibukanya akses Tol Cibitung-Cilincing oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, ikut mempercepat akselerasi transportasi logistik di Jawa Barat.

Dia berharap, dengan adanya tol tersebut dapat menurunkan biaya transportasi barang kebutuhan menjadi lebih murah.

“Terkait jalan tol, kemarin saya juga mendampingi pak presiden. Jalan Tol Cibitung-Cilincing, sehingga truk dari daerah industri sekarang tidak usah bersaing dengan kendaraan umum lagi, tapi bisa langsung potong kompas ke Tanjung Priok (pelabuhan). Mudah-mudahan meningkatkan daya saing, memurahkan logistik dan juga mengurangi risiko sosial seperti kecelakaan,” harapnya. (Yuliantono)


Editor : Zulfirman