Bikin Resah, Rumah Warga di Cilame Diserbu Ulat Alpukat 

Warga Blok Cibuntu RT 05/RW 06, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dibuat resah dengan serbuan ulat alpukat yang mulai masuk ke rumah-rumah warga.

Bikin Resah, Rumah Warga di Cilame Diserbu Ulat Alpukat 
Warga Blok Cibuntu RT 05/RW 06, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dibuat resah dengan serbuan ulat alpukat yang mulai masuk ke rumah-rumah warga./Agus Satia Negara

INILAHKORAN, Ngamprah - Warga Blok Cibuntu RT 05/RW 06, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dibuat resah dengan serbuan ulat alpukat yang mulai masuk ke rumah-rumah warga.

Tak hanya itu, ulat berwarna coklat muda dengan garis-garis hitam di tubuhnya tersebut sebelumnya memakan habis daun alpukat, sehingga membuat pohon meranggas tanpa daun.

"Ini sudah tiga hari lebih. Awalnya memakan daun alpukat, setelah habis kemudian masuk ke pekarangan rumah," kata salah seorang warga Blok Cibuntu, Yati Ida Rusnayati (45), Rabu 5 April 2023.

Ia mengaku, takut dengan adanya keberadaan ulat-ulat alpukat yang masuk hingga pekarangan rumahnya. Bahkan, kawanan ulat bulu tersebut sudah banyak yang menempel di dinding rumah.

"Jemuran pakaian juga tak luput dari ulat. Mungkin terbawa terbang dan hinggap di pakaian yang sedang dijemur dan ada yang nempel di kursi segala," ujarnya.

Sementara itu, warga lainnya, Sudrajat (50) menyebut, semua pohon alpukat di daerahnya  habis diserang ulat. 

"Berbagai upaya pun sudah dilakukan, tapi tak satupun berhasil mengusir kawanan ulat," sebutnya.

Ia pun mengaku, pernah menyemprotkan cairan obat nyamuk. Kemudian, banyak ulat alpukat yang mati, tapi saking banyaknya obat nyamuknya malah keburu habis.

"Bulu ulat terkadang terbawa terbang, kalau kena kulit bisa menyebabkan gatal pada kulit," ujarnya.

Ia berharap, petugas dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) KBB bisa segera turun tangan menangani mewabahnya ulat alpukat di kampungnya.

"Ini gak main-main, keberadaan ulat alpukat sudah membuat warga resah dan tidak nyaman dan dikhawatirkan jika tidak segera ditangani populasinya malah akan bertambah banyak," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : JakaPermana