Bima Arya Wacanakan Lagi Merger Terminal Bubulak dan Laladon

Tak pernah terealisasi sejak direncanakan tahun 2014 lalu, rencana merger Terminal Laladon dan Terminal Bubulak kembali dihidupkan Wali Kota Bogor, Bima Arya. 

Bima Arya Wacanakan Lagi Merger Terminal Bubulak dan Laladon
Bima Arya wacanakan kembali merger Terminal Bubulak dan Laladon
INILAH, Bogor - Tak pernah terealisasi sejak direncanakan tahun 2014 lalu, rencana merger Terminal Laladon dan Terminal Bubulak kembali dihidupkan Wali Kota Bogor, Bima Arya. 
 
Rencana merger dua terminal, itu muncul seiring bergantinya kepemimpinan di Pemkab Bogor.
 
"Saya sudah berkomunikasi dengan Bupati-Wakil Bupati Bogor terpilih tentang rencana merger Terminal Laladon dengan Terninal Bubulak, kami berikhtiar akan memabangun terninal type C di daerah-daerah yang berbatasan langsung," ucap Bima Arya kepada wartawan, Rabu (9/1).
 
Pria alumni Monash University, Australia ini menerangkan rencana merger Terminal Laladon dan Terminal Bubulak gagal terjadi pada periode pertama jabatannya. Ketika itu, kata dia, persoalannya adalaha perbedaan rencana antara Bupati Bogor Nurhayanti dengan Pemkot Bogor.
 
"Selain kurang ketersediaan anggaran, kami kemarin berbeda pendapat atau rencana. Untuk rencana yang terbaru Pemkot Bogor berharap Pemkab Bogor menyediakan lahannya sementara jajarannya yang akan membangun terminal tersebut," terangnya.
 
Terpisah, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Supriyanto menjelaskan sesuai Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2011, maka Pemkab dan Pemkot Bogor akan menutup Terminal Bubulak  dan memperluas Terminal Laldon.
 
"Untuk mendukung rencana merger Terminal Laladon milik Pemkab Bogor dengan Terminal Bubulak milik Pemkot Bogor tersebut, kami sudah menambah perluasan lahan Terninal Laladon agar nantinya layak menjadi terminal type C," jelas Supriyanto.
 
Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Dudi Rukmayadi menambahkan selain sudah memperluas Terminal Laladon, jajarannya sudah melakukan feasibility study (FS) dan Detail Engine Design (DED).
 
"FS dan DED Terminal Laladon yang baru sudah ada, namun belum bisa dipastikan kapan pembangunannya karena bergantung kepada kesiapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) masing-masing," tambah Dudi.
 
Ia melanjutkan pembangunan terninal type B atau terminal perbatasan sementara ini hanya bisa dilakukan di Laladon-Bubulak dan belum bisa dilakukak di Bogor Timur-Ciawi.
 
"Pembangunan terminal perbatasan antar Kabupaten dengan Kota Bogor sejauh ini hanya bisa dilakukan di Laladon-Cibubulak, kalau di Bogor Timur-Ciawi tidak bisa karena itu type B dan jadi wewenang Pemprov Jawa Barat," lanjutnya. 
 
 


Editor : inilahkoran