Bisnis Fashion Anak Muda Bandung Meraja di Masa Pandemi
Saat pandemi, omzet bisnis fashion anak muda Bandung justru meningkat. Kenaikan penjualannya bahkan mencapai 300%.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Saat pandemi, omzet bisnis fashion anak muda Bandung justru meningkat. Kenaikan penjualannya bahkan mencapai 300%.
Itu dialami brand Cottongo yang dimotori Muhammad Taufik. Sebagai pelaku bisnis fashion anak muda Bandung, dia mengaku produk UMKM di tangan anak muda memang beda. Jajaka asal Bandung itu berani membuat terobosan di masa pandemi.
Hasilnya, di masa pandemi Covid-19 ini penjualannya justru meroket hingga 300%. Pelaku bisnis fashion anak muda Bandung itu bisa menjadi kisah motivasi dan keberhasilan anak muda berwirausaha.
Baca Juga: Hari Ikan Nasional, Atalia Apresiasi Seblak dan Ranginang Ikan Produk UMKM
“Sebenarnya bisnis fashion sudah cukup riuh, tapi saya yakin masih ada peluang untuk produk fashion saya,” ujar Taufik, Rabu 1 Desember 2021.
Sedari awal, dia memilih target pasar profesional muda. Alasannya sederhana, para profesional muda itu kebanyakan orang yang kerap memperhatikan penampilannya.
Cottongo diakuinya mencoba memenuhi kebutuhan profesional muda khususnya anak muda dalam berbusana. Varian busana yang diproduksinya terkesan smart and simple alias casual outfit.
Baca Juga: PT Mitsubishi Tanabe Indonesia Berikan Perlindungan Jaminan Sosial kepada 100 UMKM Kota Bandung
Terkait desain, Taufik menyebutkan hal itu banyak diilhami dari sejumlah brand terkenal. Namun tim desain Cottongo menyesuaikannnya dengan selera anak muda Indonesia.
“Saya dan tim manajemen Cottongo, kebanyak anak muda, jadi kami tahu apa yang diinginkan para profesional muda,” ujarnya seraya menyebutkan permodalan menjadi salah satu kendala yang kerap menghadang.
Namun, usai Cottongo menjadi mitra binaan Telkom Witel Bandung Barat, terkait permodalan sudah terpecahkan. Itu berkat bantuan dalam Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Selain itu, Telkom juga kerap memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan.
Baca Juga: Ridwan Kamil Izinkan Namanya Jadi Merek Produk UMKM, Begini Caranya...
“Bantuan permodalan dari Telkom itu dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Karenanya, sekarang pesanan berapa pun kita mampu memenuhinya," tuturnya.
Mengenai pemasaran, Taufik menjelaskan usahanya relatif terbantu dengan pemasaran secara digital. Kini, pemasaran Cottongo lebih banyak dilakukan secara online.
Dia mengaku, pemasaran digital itu relatif menjanjikan. Sejauh ini, dia memanfaatkan dua marketplace untuk memudahkan pelanggan menjangkau produk-produknya.
Tak hanya marketplace, Taufik juga mencoba memperkenalkan produknya melalui media sosial instagram. Profesional muda yang tertarik dengan produknya cukup mengunjungi akun Cotton.go. Akun instagram itu secara rutin diperbarui dengan konten yang sudah disiapkan sebelumnya. (Doni Ramdhani)
Editor : inilahkoran


