BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang di Awal 2025
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung mengimbau masyarakat mewaspadai hujan lebat dan angin kencang, di awal 2025 ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung mengimbau masyarakat mewaspadai hujan lebat dan angin kencang, di awal 2025 ini.
Kepala BMKG Stasiun Bandung Teguh Rahayu mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan adanya potensi hujan lebat dan angin kencang pada awal pekan Januari ini.
Antaranya kata Ayyu, kelembapan udara yang tinggi, suhu permukaan laut yang hangat, serta fenomena La Nina diperkirakan akan memengaruhi pola cuaca. Aktivitas siklon di Samudera Hindia dan gelombang atmosfer juga berpotensi memicu pembentukan awan hujan, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem.
"Kelembapan udara yang tinggi, suhu permukaan laut yang hangat, serta fenomena La Nina meski dalam kondisi lemah, akan memengaruhi curah hujan di wilayah Jawa Barat. Selain itu, aktivitas siklon di Samudera Hindia selatan Jawa Barat juga dapat memicu pembentukan awan hujan dan angin kencang," kata Ayyu, Kamis 2 Januari 2024.
Dia melanjutkan, stabilitas udara yang bervariasi serta gelombang atmosfer tertentu juga berperan dalam pembentukan awan dan intensitas curah hujan.
"Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Barat, dengan potensi hujan lebat dan durasi singkat di beberapa daerah," ucapnya.
Ayyu menjelaskan, BMKG memetakan wilayah yang berpotensi hujan untuk setiap hari selama sepekan ke depan. Seperti Kamis 2 Januari 2025, Garut, Tasikmalaya, Bandung, Bogor, Kuningan, dan sekitarnya. Jumat 3 Januari 2025, Banjar, Majalengka, Kuningan dan Sumedang.
Sabtu 4 Januari 2025, Bogor, Sukabumi, Cirebon dan Karawang. Minggu, 5 Januari 2025, Depok, Bandung, Cimahi dan Majalengka.
Senin 6 Januari 2025, Garut, Pangandaran, Subang dan Indramayu. Selasa, 7 Januari 2025, Bogor, Bekasi, Cianjur dan Sumedang. Rabu, 8 Januari 2025, Sukabumi, Tasikmalaya, Garut dan Kuningan.
"Masyarakat perlu waspada terutama pada sore hari antara pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, karena potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang cukup tinggi pada rentang waktu tersebut," jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda awan berbahaya, seperti awan Cumulonimbus yang gelap, menjulang tinggi dan berbentuk seperti bunga kol.
"Awan ini sering menjadi penyebab hujan deras, petir, dan angin kencang. Masyarakat harus segera berlindung di tempat aman saat melihat tanda-tanda ini," tegasnya.
Selain itu, dia mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, seperti wilayah rentan longsor atau banjir, untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan ringan hingga sedang terjadi selama beberapa hari berturut-turut.
Sementara itu, Prakirawan BMKG Restiana Fitri melaporkan bahwa, selama periode 1–10 Januari 2025, wilayah perairan Jawa Barat akan menghadapi angin kencang dan gelombang tinggi.
Angin Kencang (≥20 knot), diperkirakan terjadi di hampir seluruh perairan Jawa Barat. Gelombang Sedang (1,25–2,5 meter), perairan Subang, Indramayu, Sukabumi, dan Garut. Gelombang Tinggi (2,5–4 meter), perairan Tasikmalaya dan Pangandaran.
"Risiko terhadap keselamatan pelayaran perlu diperhatikan, terutama untuk perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal ferry. Jika kecepatan angin dan tinggi gelombang melebihi batas aman, masyarakat diminta untuk menunda aktivitas di laut," tandasnya.***
Editor : JakaPermana

