Bogor dan Sukabumi Diguncang Beberapa Kali Gempa Malam hingga Dinihari

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan serangkaian gempa bumi yang terjadi di wilayah Sukabumi dan Bogor pada Sabtu 20 September hingga Minggu 21 September 2025. Tercatat gempa yang terjadi dengan magnitudo antara 2,3 hingga 4 ini membuat masyarakat khawatir.

Bogor dan Sukabumi Diguncang Beberapa Kali Gempa Malam hingga Dinihari

INILAHKORAN, bogor - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan serangkaian gempa bumi yang terjadi di wilayah sukabumi dan bogor pada Sabtu 20 September hingga Minggu 21 September 2025. Tercatat gempa yang terjadi dengan magnitudo antara 2,3 hingga 4 ini membuat masyarakat khawatir.

Diketahui, Gempa pertama dengan magnitudo 4,0 mengguncang sukabumi pada Sabtu 20 September 2025 pukul 23.47 WIB. Pusat gempa berada pada koordinat 6,76 derajat lintang selatan dan 106,57 derajat bujur timur, sekitar 25 kilometer timur laut sukabumi, dengan kedalaman 10 kilometer.

Setelah gempa utama, beberapa gempa susulan kembali dirasakan di sukabumi dengan magnitudo 2,3 kemudian 2,5 dan 3,8. Selain di sukabumi, gempa juga dirasakan di wilayah bogor. Rentetan gempa di bogor tercatat mulai pukul 00.18 WIB dengan magnitudo 2,2 kemudian disusul gempa pukul 00.22 WIB dengan magnitudo 2,7, magnitudo 2,5 pukul 01.45 WIB, magnitudo 3,1 pukul 01.47 WIB dan magnitudo 3,8 pukul 01.59 WIB.

BMKG menyebut getaran gempa terasa hingga Pelabuhan Ratu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan akibat rangkaian gempa tersebut.

Salah seorang warga Mekarjaya, Kabupaten bogor, Rahayu mengaku, setelah gempa pertama yang sumbernya di sukabumi dirinya juga merasakan beberapa kali gempa susulan.

"Jadi awalnya sekitar pukul 23.47 WIB gempa terasa, kemudian disusul beberapa gempa. Saya khawatir dan tidak bisa tidur lagi," ungkap Rahayu.

Rahayu melanjutkan, meski terjadi beberapa kali gempa, tidak ada laporan kerusakan akibat gempa.

"Saya tanya tetangga dan teman-teman, Alhamdulillah tidak ada informasi dampak kerusakan akibat gempa," tuturnya.


Editor : Ahmad Sayuti