INILAH, Cibinong - Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor berharap Pemprov Jawa Barat segera membangun Terminal Parung. Pasalnya selain bisa mengurai kemacetan yang kerap terjadi, banyaknya permintaan PO Bus juga menjadi pertimbangan jajarannya.
“Banyak PO Bus yang meminta rekomendasi trayek baru, tapi saya tolak karena Parung belum ada terminalya. Saya harap Pemprov Jawa Barat segera merealisasikan rencana pembangunan Terminal Parung,” harap Plt Kepala Dishub Kabupaten Bogor Supriyanto kepada wartawan, Minggu (3/3).
Dia menerangkan saat ini, Dishub Provinsi Jawa Barat masih mereview detail enginering design (DED) rencana pembangunan Terminal Parung yang kabarnya menelan biaya sebesar Rp30 miliar.
“Kabarnya sih besar biaya pembangunan Terminal Parung yang berada di seberang Pasar Parung itu Rp30 miliar. Itu juga harus ditambah untuk membebaskan dan membangun jalan lingkar baru agar pembangunan terminal ini tidak menambah kemacetan lalu lintas,” terangnya.
Kabarnya pembangunan Terminal Parung akan dikerjakan paska tahun 2020 dan dapat difungsikan pada tahun 2021 mendatang. Pembangunan terminal type B ini akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga hingga tidak menyedot Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) I Jawa Barat.
“Rencananya pembangunan Terminal Parung ini memang tanpa menggunakan APBD Provinsi Jawa Barat karena rencananya dikerjasamakan dengan pihak ketiga dengan sistem Buildung of Transfer (BOT). Hingga kini saya belum tahu apakah pihak ketiga atau investor tersebut sudaj MoU dengan Pemprov Jawa Barat,” jelas Supriyanto.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat kunjungannya ke Kabupaten Bogor di tahun 2018 lalu memaparkan bangunan Terminal Parung berlantai 2 atau 3 dimana fungsi terminal ada di bawah.
“Kami akan bangun mall di atas terminal hingga Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak lagi berjualan di pinggir jalan dan menambah kemacetan. Saya optimis pembangunan ini memiliki nilai yang ekonomis tinggi hingga investor pun tertarik menanamkan modalnya,” ucap Emil, sapaan akrabnya.
Suami dari Atalia Praratya ini menjelaskan dengan sistem BOT, uang APBD Jawa Barat nantinya akan dialokasikan untuk membangun RSUD Parung yang rencananya berlokasi di Desa Cogrek.
“Kita cari win-win solution, yang terpenting pembangunan Terminal Parung tidak menggunakan APBD, nanti duit dari negara kita geser untuk pembangunan RSUD Parung,” jelasnya.