Jasa Abah Iyong, Krisis Air Bersih di Batavia Teratasi Hingga Kini Air Ciburial Digunakan Presiden

Berkat Abah Iyong, warga Kampung Ciburial, Ciomas, Kabupaten Bogor, krisis air bersih di Batavia sejak 1843 hingga 1920an akhirnya teratasi.

Jasa Abah Iyong, Krisis Air Bersih di Batavia Teratasi Hingga Kini Air Ciburial Digunakan Presiden
Jasa Abah Iyong, krisis air di Batavia teratasi hingga kini air Ciburial digunakan Presiden.

INILAHKORAN, Ciomas - Berkat Abah Iyong, warga Kampung Ciburial, Ciomas, Kabupaten Bogor, krisis air bersih di Batavia sejak 1843 hingga 1920an akhirnya bisa teratasi.

Abah Iyong diketahui, membantu pemerintahan kolonial Hindia Belanda menemukan sumber air bersih yang kemudian hari dikelola Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya. Sejak puluhan tahun lalu, lokasi itu dialih-kelola Perumda Air Minum Tirta Kahuripan.

"Abah Iyong adalah seorang kyai yang membantu pemerintahan kolonial Hindia Belanda, menemukan sumber air bersih. Saat itu, krisis air di Batavia akhirnya bisa teratasi karena sejak Tahun 1918-1922, pemerintah kolonial di tanggal 23 Desember 1922 berhasil mengoperasikan pompa air dari air mata Ciburial, lalu ke air mancur Kota Bogor, Pasar Rebo termasuk Istana Bogor dan Istana Merdeka di DKI Jakarta," kata salah satu pendiri komunitas Bogor Heritage Bagdja Nugraha kepada wartawan, Senin 7 Maret 2022.

Baca Juga: Ada Upaya Legalisasi Peredaran Ganja dan Kratom, Ini Sikap BNN RI!

Alumni SMAN 1 Kota Bogor ini menerangkan di dalam Unit Produksi Ciburial Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Ciomas seluas 14 hektare, ada tujuh buah sumur berukuran besar.

"Dengan kemampuan spiritualnya, sumber air Ciburial yang dulu biasa saja, akhirnya besar hingga bergolak-golak hingga sesuai nama kampung kami, yaitu Ciburial. Abah Iyong atau Bopeng, adalah kasapuhan dan termasuk pendiri kampung ini," tambahnya.

Warga lainnya bernama Endang menuturkan, bahwa di setiap Bulan Maulid. Keluarga atau keturunan Abah Iyong atau Bopeng, kerap berziarah ke makamnya yang berada di dalam Unit Produksi Ciburial Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Ciomas.

Baca Juga: Angin Kencang di Bogor Akibatkan Empat Pohon Tumbang dan Timpa Mobil

"Abah Iyong setelah menemukan sumber air Ciburial, dipekerjakan sebagai pengawas oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Ia yang gugur sebelum bangsa Indonesia merdeka, akhirnya dimakamkan di dalam hutan atau Unit Produksi Ciburial Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Ciomas. Warga, khususnya pihak keluargnya kerap berziarah di mak tersebut, terutama di saat Bulan Maulid," tutur Endang.

Air bersih dari mata air Ciburial itu juga dikerap dipercaya warga bisa membuat enteng jodoh para perempuan yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pasangan hidup.

"Perempuan yang sulit jodoh atau pejabat yang ingin naik pangkat, selain ziarah juga disarankan melakukan upacara ngabungbang. Tak lama kemudian, kabarnya mereka yang melakukan upacara ngabungbang, bisa meraih hajatnya," tambahnya. (Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran