Ade Yasin Minta Masyarakat Waspada Son of Omicron
Bupati Bogor Ade Yasin kaget adanya kabar adanya kasus penyebaran wabah Covid-19 siluman atau Son of Omicron walaupun belum sampai Bogor
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Bupati Bogor Ade Yasin kaget adanya kabar adanya kasus penyebaran wabah Covid-19 siluman atau Son of Omicron.
Ade Yasin pun meminta warga Kabupaten Bogor tetap waspada akan penyebaran wabah Son of Omicron tersebut.
"Mudah-mudahan pasca gelombang ketiga penyebaran wabah Covid-19 (Omicron), pandemi berganti endemi. Walaupun saya kemarin sempat kaget adanya kasus penyebaran wabah Covid-19 siluman atau Son of Omicron di luar Kabupaten Bogor. Saya berharap kita semua waspada akan penyebaran wabah tersebut," ungkap Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan, Minggu 13 Maret 2022.
Baca Juga: Untuk IKN, Jabar Sumbang Tanah dan Air Mengandung Sejarah dari 27 Kabupaten Kota
Bupati Bogor Ade Yasin meminta masyarakat Bumi Tegar Beriman, tidak jenuh dan bosen dalam menerapkan 5M yaitu mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumuman dan mengurangi mobilitas.
"Jangan sampai karena kita jenuh dan bosen, membuat kita lengah untuk menerapkan 5M yaitu mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga karak, menjauhi kerumuman dan mengurangi mobilitas. Hingga kita teresiko penyebaran wabah Covid-19 varian apapun," pintanya.
Wanita berusia 53 tahun yang juga sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor ini berharap dengan berada di level 2 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), masyarakat Kabupaten Bogor tidak hanta pulih kesehatan, juga bakal pulih ekonominya.
Baca Juga: Kasus Penggelapan Pajak Dana Desa Cirebon, 59 Desa Sudah Diperiksa Kejari
"Semoga dengan berada di level 2 PPKM, plus dengan dilaksanakan vaksinasi Covid-19 secara lengkap, kita bisa pulih secara kesehatan dan juga ekonominya. Di tahun 2021 lalu, pendapatan asli daerah (PAD) kita naik sebesar 12 persen atau lebih banyak 400 miliar dari besar target yang direncanakan," sambungnya.
Demi membatasi kerumunan, mobilitas maupun pencegahan kasus penyebaran wabah Covid-19, Ade Yasin menjelaskan pihaknya masih memberlakukan aturan ganjil genap (Gage) bagi kendaraan yang ingin masuk ke kawasan wisata di setiap akhir pekan atau liburan.
"Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor masih memberlakukan aturan Gage mulai Jumat sore hingga Minggu atau ketika masa liburan, untuk penerapan rekayasa arus lalu lintas satu arah (one way) di Kawasan Puncak, kami menyerahkan hak diskresinya kepada Polres Bogor," jelas Ade Yasin. (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


