PT SSBP Pertahankan Kelola Kebun Teh untuk Lestarikan Kawasan Puncak
PT SSBP berkomitmen menjaga kelestarian Kawasan Puncak dengan tetap mengelola Kebun Teh seluas 560 hektare.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cisarua - PT SSBP atau Sumber Sari Bumi Pakuan Perkebunan Teh Ciliwung, berkomitmen menjaga kelestarian Kawasan Puncak dengan tetap mengelola Kebun Teh seluas 560 hektare.
Areal Kebun Teh PT SSBP yang berada di ketinggian 1.500 mdpl itu tetap akan berfungsi sebagai konservasi tanah dan air. Komitmen berkelanjuan itu untuk menjaga kelestarian alam di Kawasan Puncak.
Perkebunan Teh Ciliwung merupakan Kebun Teh kelas 1 berdasarkan SK Bupati Bogor tahun 2022. Dalam waktu dekat, PT SSBP akan menerapkan program sertifikasi Rainforest Alliance (RA) dimana tata kelola perkebunan teh menitikberatkan pada aspek kelestarian lingkungan. Sertifikat RA ini merupakan syarat agar produk teh Ciliwung yang berada di Kawasan Puncak itu bisa dijual ke luar negeri.
Baca Juga: Ketahui Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan
Baca Juga: Demi Korban Angin Puting Beliung, Forum Wartawan Sukaraja Akan Galang Donasi di 12 Pemerintah Desa
"Populasi tanaman teh sebanyak 12.500 pohon per hektare itu fungsinya seperti hutan alami dimana dapat mempertahankan fungsi hidrorologi dan menjaga erosi tanah di Kawasan Puncak. Jika dibandingkan dengan tanaman kopi, cokelat, kina, dan lainnya Kebun Teh bisa mencegah erosi layaknya hutan dan juga kemampuannya sebagai konservator tanah dan air," kata General Manager PT SSBP Sukiman Sumarto kepada wartawan, Rabu 16 Maret 2022.
Dia menuturkan, jajarannya akan menanam ulang pohon teh pada lahan-lahan kosong akibat serangan jamur akar agar terwujud konservasi tanah dan air serta meningkatkan produtivitas Kebun Teh Ciliwung.
"Dalam 3 tahun ke depan, kami akan menanam ulang pohon teh di Kebun Teh kami hingga 750.000 pohon, di lahan seluas 60 hektare dari total luas lahan 560 hektare," tuturnya.
Baca Juga: Kopi dan Teh Bisa Efektif Turunkan Risiko Stroke? Simak Penjelasannya di Sini
Dia menjelaskan, PT SSBP juga akan membuat hutan koloni di dalam lahan hak guna usaha (HGU) miliknya, hingga bisa memperbaiki dan meningkatkan kemampuan serapan air dan perbaikan ekosistem kebun teh Ciliwung.
"Semaksimal mungkin, kami akan memperbaiki atau mengembalikan kemampuan serapan air di Kawasan Puncak, karena PT SSBP melakukan penghijauan dengan menanam pohon baik itu di Kecamatan Cisarua, Megamendung dan Sukaraja, Kabupaten Bogor," jelasnya.
Sukiman memaparkan, walaupun perkebunan teh dan Telaga Saat menjadi objek wisata favorit wisatawan, namun tidak akan mengganggu dan merusak Kebun Teh yang dikelola PT SSBP.
Baca Juga: Lahan HGU Kebun Teh yang Diduga Terlantar Ternyata di Cianjur
"Yang kami kelola itu kan wisata alam, yang murni menjual panorama alam. PT SSBP dengan alasan pelestarian lingkungan hidup juga sengaja menaikkan harga tiket masuk, demi membatasi jumlah wisatawan yang masuk ke perkebunan teh dan Telaga Saat," paparnya.
Secara terpisah, Kepala Desa Tugu Utara Asep Ma'mun Nawawi mengaku senang berkolaborasi dengan PT SSBP dalam melakukan penghijauan di Kawasan Puncak.
"Kami sangat berterima kasih kepada PT SSBP yang berkomitmen melakukan penghijauan dan mengembalikan fungsi serapan air di Kawasan Puncak, termasuk dalam giat kami Puncak Nu Urang, mereka mensupport baik itu dalam hal penanaman pohon produktif maupun pengendalian sampah," ujar Asep. (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


