BOR RS di Kabupaten Garut Terus Meningkat, Capai 38,11 Persen di Tengah Serbuan Omicron

BOR RS di Kabupaten Garut terus melonjak seiring meningkatnya kasus positif Covid 19. Per hari ini, BOR RS mencapai 38,11 persen.

BOR RS di Kabupaten Garut Terus Meningkat, Capai 38,11 Persen di Tengah Serbuan Omicron
BOR RS di Kabupaten Garut meningkat tajam seiring lonjakan kasus positif Covid 19.

INILAHKORAN, Bandung- Di tengah serbuan varian Omicron serta melonjaknya kasus positif Covid 19, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di RS rujukan Kabupaten Garut terus meingkat.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut Muksin, data Dinas Kesehatan Kabupaten Garut menunjukkan, hingga 8 Februari 2022 BOR di RS di Garut mencapai sebesar 38,11 persen.

Terjadi peningkatan BOR sekitar 15,26 persen dibandingkan BOR pada 6 Februari 2022 yang mencapai sebesar 22,85 persen.

Baca Juga: Pemerintahan Kota Bogor dan Jasa Marga Bongkar Puluhan Lapak PKL di Pinggir Tol Ciawi

Dari sebanyak tujuh RS Umum rujukan kasus Covid 19 di Garut yang menyediakan total tempat tidur sebanyak 307 unit, sebanyak 117 unit di antaranya terisi, atau sekitar 38,11 persen.

RS Umum Tk IV Guntur terbanyak merawat pasien kasus Covid 19 yang mencapai sebanyak 34 kasus dari total tempat tidur tersedia sebanyak 50 unit (68 persen).

Disusul RS Umum Annisa Queen sebanyak 29 kasus. Padahal kapasitas tempat tidur tersedia di sana hanya mencapai sebanyak 17 unit. Sehingga terjadi over kapasitas perawatan pasien kasus Covid 19 (138,10 persen).

Baca Juga: Ini Ciri Orang Paling Bangkrut di Hari Kiamat, Ustadz Adi Hidayat: Tidak Ada dalam Syariat Islam

Berikutnya RS Umum Daerah dr Slamet Garut yang merawat sebanyak 19 pasien kasus Covid-19 dari tempat tidur disediakan sebanyak 171 unit (11,11 persen).

RS Medina merawat sebanyak 16 pasien kasus Covid-19 dari kapasitas tempat tidur tersedia sebanyak 19 unit (84,21 persen), dan RS Umum Nurhayati Garut merawat sebanyak 13 pasien kasus Covid 19 dari kapasitas tempat tidur tersedia sebanyak 13 unit (100 persen).

Sedangkan RS Umum Intan Husada tidak lagi menyediakan tempat perawatan bagi pasien kasus Covid 19 (nol persen).

Baca Juga: Sinopsis Ghost Doctor Episode 12, Go Seung Tak Temukan Cara untuk Buat Cha Young Min Sadar?

Selain di RS, tempat isolasi pasien kasus Covid 19 di Rusunawa juga kembali difungsikan dan kini merawat sebanyak 13 pasien kasus Covid 19. Di Rusunawa tersebut disediakan total tempat tidur sebanyak seratus unit.

Sedangkan tempat isolasi pasien kasus Covid 19 lainnya, yaitu gedung Islamic Center Garut, saat ini dalam keadaan kosong.

Di tempat tersebut tersedia sebanyak 64 tempat tidur.

Baca Juga: IPRC: Elektabilitas Ridwan Kamil Jelang Pilpres 2024 Belum Optimal

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Garut, jumlah kasus aktif Covid-19 di Garut sendiri hingga 7 Februari 2022 mencapai sebanyak 197 orang.

Sebanyak 140 orang di antaranya menjalani isolasi mandiri, dan sebanyak 57 orang dalam isolasi perawatan rumah sakit.***(zainulmukhtar)

 


Editor : inilahkoran