IPRC: Elektabilitas Ridwan Kamil Jelang Pilpres 2024 Belum Optimal
Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC) melakukan survei terhadap elektabilitas Ridwan Kamil jelang Pilpres 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC) melakukan survei terhadap elektabilitas Ridwan Kamil jelang Pilpres 2024.
Direktur Riset IPRC Leo Agustino mengatakan, ada anomali menarik dari hasil survei yang dilakukan selama periode 16-25 Desember 2021 kepada 1.200 orang di 27 kabupaten/kota di Jabar. Sebab, meski masyarakat puas dengan kinerja Ridwan Kamil dalam memimpin Jabar namun hal itu tak seiring dengan elektabilitas dirinya jelang Pilpres 2024.
“Di satu sisi kinerja gubernur diapresiasi dengan nilai yang sangat tinggi, namun elektabilitas Ridwan Kamil belum optimal jelang Pilpres 2024,” kata Leo di Bandung, Selasa 8 Februari 2022.
Baca Juga: Survei IPRC Tunjukkan Masyarakat Puas dengan Kinerja Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Dalam simulasi terbuka, Ridwan Kamil berada di peringkat pertama dengan 9,2 persen. Disusul Prabowo Subianto (8,3 persen), Anies Baswedan (4,2 persen), dan Ganjar Pranowo (2,7 persen). Meski memiliki angka cukup tinggi, hal ini dianggap belum optimal.
“Ada beberapa faktor yang menyebabkan ini terjadi. Seperti undecided voters yang masih tinggi, karena keputusan Ridwan Kamil untuk maju sebagai capres tidak tersosialisasi secara masif dan belum memiliki partai pendukung. Terlebih, pemilih tidak jarang mengasosiasikan tokoh dengan partai,” kata Leo.
Baca Juga: PPKM Level 3, Ridwan Kamil Imbau Bodebek dan Bandung Raya Tingkatkan Tracing
Faktor lainnya adalah klaster megapolitan dikuasai Anies Baswedan, sementara klaster Priangan barat dikuasai Prabowo Subianto. Kemudian, kepuasan masyarakat terhadap bidang ekonomi yang rendah. Terakhir, pengenalan program unggulan Jabar yang masih minim di masyarakat.
“Masih ada waktu bagi Ridwan Kamil untuk mengoptimalkan elektabilitasnya mengingat pemilihan masih akan berlangsung sekitar dua tahun lagi,” pungkasnya. (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


