INILAH, Bogor – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat menggandeng 100 kepala sekolah tingkat Sekolah Menengah Umum (SMU) untuk membentuk Satgas Pendidikan Aman Bencana.
Jika tahun sebelumnya pembentukan Satgas Pendidikan Aman Bencana sudah dilakukan di Bandung Raya, tahun 2019 ini BPBD Jawa Barat melebarkan sayap ke Bogor Raya. Kabupaten Bogor dipilih sebagai daerah pertama karena paling banyak titik rawan, mulai longsor, banjir, puting beliung, dan gempa.
"Kami memilih Kabupaten Bogor untuk pilot project pembentukan Satgas Pendidikan Aman Bencana di sekolah-sekolah karena wilayah ini masuk daerah rawan bencana alam," ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Barat Muhammad Eko Damayanto kepada wartawan, Kamis (31/1/2019).
Dia menerangkan, sekolah diharapkan mandiri dalam kesiapsiagaan bencana alam. Pembentukan Satgas Pendidikan Aman Bencana ini menjadi pemicu kepedulian pelajar dan pihak sekolah terhadap wilayahnya.
"Program sekolah dan madrasah aman bencana ini punya tiga pilar utama yaitu bagaimana melihat insfrastruktur yang kuat terhadap ancaman bencana alam, bagaimana pihak sekolah upaya pengurangan resiko bencana alam, dan penerapan siswa apabila nanti ada bencana alam. Kami harap program ini bisa masuk kurikulum pendidikan terutama di kegiatan ekstrakulikuler," katanya.
Eko berharap, Dinas Pendidikan secara cepat melakukan upaya pengurangan resiko bencana alam, khususnya mengenai masih adanya sekolah yang dibangun di atas lahan rawan bencana.
"Kalau memang sekolah tersebut ada di daerah rawan bencana seharusnya dinas terkait melakukan upaya memperkuat bangunan sekolah agar tahan terhadap bencana alam," tutur Eko.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor Dede Armansyah menuturkan, pihaknya akan meminta data sekolah rawan bencana alam ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor.
"Jumlah sekolah yang masuk dalam status rewan bencana alam akan kami inventarisir dan akan dilakukan langkah antisipatif seperti penguatan bangunan, pembentukan Satgas Pendidikan Aman Bencana hingga memberikan rekomendasi relokasi sekolah kepada pihak terkait," tutur Dede.
Dia melanjutkan untuk sekolah, jajarannya pada tahun 2019 ini akan melakukan sosialisasi kesiapsiagaan bencana alam ke 10 sekolah atau gabungan beberapa sekolah yang rawan akan bencana.
"Bulan ini kami sudah melakukan sosialisasi kesiapsiagaan bencana alam kepada siswa maupun guru di beberapa sekolah di Desa Bojong Koneng, Babakan Madang. Daerah tersebut termasuk dalam daerah rawan bencana longsor," lanjutnya.