BPBD Pencarian 8 Korban Tertimbun, Dilanjutkan Besok
Bencana tanah longsor terjadi di kawasan Galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi Jawa Barat, 17 orang dinyatakan meninggal dunia, dengan identitas korban berasal dari berbagai wilayah seperti Cirebon, Kuningan, Bandung, Indramayu, dan Majalengka.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Bencana tanah longsor terjadi di kawasan Galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi Jawa Barat, 17 orang dinyatakan meninggal dunia, dengan identitas korban berasal dari berbagai wilayah seperti Cirebon, Kuningan, Bandung, Indramayu, dan Majalengka.
Selain itu, tujuh orang mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dirujuk ke rumah sakit akibat luka serius.
Delapan orang masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor. Proses pencarian oleh tim SAR gabungan dihentikan sementara pada Sabtu pukul 17.30 WIB dan akan dilanjutkan esok hari pada pukul 07.00 WIB.
Tak hanya menimbulkan korban jiwa, longsor juga menyebabkan kerusakan fisik yang cukup parah. Sebanyak empat unit alat berat excavator dan tujuh truk pengangkut pasir turut tertimbun di lokasi kejadian.
BPBD Provinsi Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Cirebon telah melakukan koordinasi intensif dalam proses penanganan darurat, termasuk pemasangan garis polisi, pendirian posko, dapur umum, dan tenda pleton. Dinas Sosial Kabupaten Cirebon juga telah mengaktifkan layanan logistik dan santunan untuk keluarga korban.
Pemkab Cirebon menetapkan status Tanggap Darurat Bencana sejak 30 Mei hingga 6 Juni 2025. Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut mendukung dengan menginstruksikan penghentian sementara aktivitas tiga yayasan penambang yang beroperasi di area longsor.
“Proses evakuasi menghadapi kendala material longsoran yang cukup banyak dan ancaman longsor susulan,” ujar perwakilan Pusdalops BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, dalam laporan resminya.
Sejumlah unsur gabungan turut terlibat dalam upaya penyelamatan, antara lain BPBD Provinsi dan Kabupaten Cirebon, BASARNAS, SAR Brimob, Inafis Polresta, Tagana, Dinas Sosial, DPUTR, Damkar, Dishub, Puskesmas, PMI, dan warga setempat.
Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati area longsoran karena potensi bencana susulan masih tinggi. Pemerintah juga mengingatkan penambang agar mematuhi regulasi dan keselamatan kerja di lokasi rawan bencana.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

