BPS: 2,1 Juta Rumah Tangga di Jabar Belum Punya Hunian, Dedi Mulyadi Ingatkan Prioritas Kredit Rumah

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, sebanyak 2,1 juta rumah tangga di Jawa Barat masih belum memiliki hunian tetap. Data itu berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025.

BPS: 2,1 Juta Rumah Tangga di Jabar Belum Punya Hunian, Dedi Mulyadi Ingatkan Prioritas Kredit Rumah

INILAHKORAN, Bandung – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, sebanyak 2,1 juta rumah tangga di jawa barat masih belum memiliki hunian tetap. Data itu berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025.

"Backlog perumahan atau orang yang belum memiliki rumah sudah menurun menjadi 9,6 juta dari tahun lalu sebesar 9,9 juta. Untuk Jawa Barat, yang sudah disebutkan (terdapat) 2,1 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah," ujar Amalia saat menghadiri acara Penguatan Ekosistem Perumahan dan Sosialisasi Kredit Program Perumahan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB baru-baru ini.

Menurut Amalia, kehadiran program kredit perumahan di berbagai daerah, termasuk Jawa Barat, akan memberikan dampak positif, bukan hanya pada penyediaan rumah, tetapi juga pada roda perekonomian masyarakat.

"Tentunya ini sesuatu yang luar biasa karena program ini tidak hanya mengembangkan sektor perumahan saja, tetapi yang dikembangkan adalah ekosistem perumahan yang akan menggerakan ekonomi," jelasnya.

BPS, kata Amalia, juga siap mendukung kebijakan tersebut melalui data yang relevan. "Peran kami menghadirkan data, memberikan dukungan data, sehingga nanti Pak Menteri dan Pak Gubernur bisa memanfaatkannya. Termasuk kebutuhan akan rumah layak," tegasnya.

Selain soal perumahan, Amalia memaparkan kondisi ekonomi Jawa Barat. Menurut dia, tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 7,02 persen atau lebih rendah dari rata-rata nasional. Jumlah penduduk miskin juga turun sebesar 193,90 ribu orang.

"BPS mencatat pada triwulan II 2025, perekonomian di Jawa Barat mampu tumbuh 5,23 persen, di atas rata-rata nasional lebih dari 1,2 persen. Jawa Barat juga memberikan kontribusi 12,84 persen terhadap ekonomi nasional," ungkap Amalia.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyambut baik data tersebut. Namun, ia menekankan pentingnya masyarakat memprioritaskan kepemilikan rumah sebelum membeli kebutuhan konsumtif lain melalui kredit.

"Rumah, itu yang pertama. Setelah itu baju. Jadi jangan guna kredit baju kalau belum punya rumah. Jangan guna kredit mobil kalau belum punya rumah. Jangan tunggu kredit motor kalau belum punya rumah," tegas Dedi.

Selain itu, Dedi mengingatkan agar kepemilikan rumah juga diimbangi dengan pengendalian jumlah anak melalui program Keluarga Berencana.

"Apa yang terjadi pada kemiskinan itu? Pertama, anaknya banyak. Kedua, tidak punya rumah. Di rumah yang sempit itu, saya sudah menemukan beberapa kasus. Ada orang tinggal di rumah petak anaknya 16, ada juga yang 11," ungkapnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti