INILAH, Cimahi – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Barat menggelar BPSDM Inovasi Juara 2018 di Gedung BPSDM Jabar Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Rabu (26/12/2018). Acara bertema ‘Inovasi Menuju World Class Aparatur 2025 dan ASN Jabar Juara Lahir dan Batin’ ini menampilkan inovasi perubahan dari peserta Diklatpim II, III, dan IV selama tahun anggaran 2018 dan pelepasan para purna Aparatur Sipil Negara (ASN) BPSDM.
Hadir Sekretaris BPSDM Kementrian Dalam Negeri Dindin Wahidin Wiranegara, Asisten Administrasi Jabar Koesmayadie Tatang Padmadinata, Kepala BPSDM Jabar Herri Hudaya.
Menurut Sekretaris BPSDM Engkus Sutisna, kegiatan ini merupakan pengganti pameran inovasi yang setiap tahun dilaksanakan. Penggantian nama sebagai bentuk inovasi dalam memberikan penghargaan kepada ASN alumni diklat dan lembaga pengembangan kompetensi kabupaten/kota berprestasi.
“Kita kemas berbeda dengan harapan memberikan nuansa lain dan mendorong semangat dan prestasi ASN di Jabar. Ada piala dan penghargaan kepada penyelenggara inovasi terbaik. Kita ingin memotivasi alumni diklatpim dalam mengadakan projek perubahan, mempublikasikan karrya ASN sehingg publik mengetahui biroktasi kita bisa berubah lebih baik,” katanya.
Engkus menuturkan, kegiatan ini juga memberikan penghargaan kepada alumni diklatpim yang berhasil mengembangkan proyek perubahannya dalam tugas pokok fungsi sesuai jabatannya. Termasuk penghargaan kepada BKPSDM, BKPSDA, BKPP kabupaten/kota yang giat menyelenggarakan pengembangan kompetensi ASN.
“Kita ingin lembaga kompetensi daerah lebih giat dan memperoleh alokasi anggaran yang proporsional sesuai amanat Permendagri 38 tahun 2018,” katanya.
Koesmayadi mengatakan, Pemprov Jabar berharap BPSDM menjadi garda terdepan dalam menciptakan ASN Jawa Barat inovatif, terlebih sekarang ada tuntutan dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil untuk menciptakan satu perangkat daerah satu inovasi.
“Keinginan Pak Gubernur tersebut bukan hal berlebihan karena untuk mewujudkan Jawa Barat Juara Lahir Batin diperlukan dukungan kita sebagai aparatur pemerintah. Apalagi pada Inovation Government Award 2018, Jawa Barat mendapat peringkat pertama sebagai provinsi dengan jumlah inovasi terbanyak. Inovasi tersebut mayoritas lahir dari para alumni diklat kepemimpinan yang diselenggarakan BPSDM Jawa Barat,” katanya.
Untuk mewujudkan ASN yang dapat berkiprah di tingkat internasional, kata Koesmayadie, ada prasyarat yang harus dipenuhi yaitu penguasaan bahasa asing terutama bahasa Inggris, organisasi yang fleksibel, jejaring kerja sama dengan pihak luar negeri, dan komitmen pemangku kepentingan mulai dari pejabat struktural, widyaiswara dan para ASN.
“Sekarang ada tiga kategori dalam BPSDM Inovasi Juara yaitu inovasi berkelanjutan, lembaga pengembangan kompetensi tergiat, dan lifetime achivement bagi ASN yang telah purna bhakti. Saya berharap kegiatan ini lebih banyak menyaring para alumni diklat kepemimpinan dari kabupaten/kota lain sebagai bentuk apresiasi karena telah membuat inovasi,” ujarnya.
Kepala BPSDM Jabar Herri Hudaya menyebutkan, inovasi ini dikemas dalam projek perubahan. Hal ini harus didukung oleh kepala daerah yang sekarang ini belum mendukung sepenuhnya pada kebijakan anggaran kompetensi.
“Sekarang pembiayaan kompetensi masih disebut belanja pegawai. Padahal untuk mengubah wajah birokrasi Indonesia akan memberi pelayanan terbaik. Ini pun ditegaskan oleh Permendagri,” kata dia.
Sekretaris BPSDM Kemendagri Didin Wahidin mengatakan, BPSDM Jabar patut diapresiasi karena telah berani menggelar Inovasi Juara 2018 dengan menampilkan inovasi perubahan dari para peserta diklatpim.
“Juara ini motivasi. Juara itu Jabar, Unggul, Aman, Ramah, Adil. BPSDM Jabar memang pantas Juara. Kami akan dorong bisa berkompentensi internasional dengan pionernya Jabar. Dalam UU 23/2014, inovasi itu keunggulan atau bukti bahwa daerah bisa mengubah jajaran aparatur, mewarnai perubahan pelayanan lebih baik,” jelasnya.
Dalam BPSDM Inovasi Juara 2018, sejumlah perubahan yang ditampilkan di antaranya Samsat Sambang Perusahaan (Samper) karya Yuyun Yuliana, Kasi Penerimaan dan Penagihan P3D Wilayah Kabupaten Bogor, Si Petani Kopi Jabar karya Rina Kusrina, Kepala Seksi Promosi dan Pemasaran Disbun Jabar, dan Tim Gemes (Gerakan Memilah Sampah) karya Syahrizal Yusuf dari Dinas Perdagangan Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Cimahi.