BTS Hasilkan Pendapatan Besar Selama Tur di Amerika Utara, Per Konser Dapat Rp215 M

BTS menghasilkan pendapatan Rp215 M tiap konser selama tur dunia mereka di Amerika Utara.

BTS Hasilkan Pendapatan Besar Selama Tur di Amerika Utara, Per Konser Dapat Rp215 M
Boy grup BTS.

INILAHKORAN, Bandung - BTS saat ini tengah sibuk melakukan tur dunia 'ARIRANG' di wilayah Amerika dan akan segera kembali ke Korea untuk konser di Busan perengahan Juni mendatang.

Menurut BigHit Music, BTS baru-baru ini menyelesaikan rangkaian tur dunia 'ARIRANG' di Amerika Utara, tampil di lima kota besar dan menarik ratusan ribu penggemar serta menjual habis tiket di setiap konser stadion.

tur Amerika Utara grup ini dimulai di Stadion Raymond James di Tampa sebelum berlanjut ke El Paso, Mexico City, Stanford, dan Las Vegas.

Selama 15 konser, BTS dilaporkan tampil di hadapan sekitar 840.000 penggemar, menegaskan kembali statusnya sebagai salah satu grup musik yang paling banyak menggelar konser di stadion di dunia.

tur ini menandai tonggak sejarah lain bagi grup tersebut setelah kembalinya mereka secara penuh yang sangat dinantikan awal tahun ini.

Menurut data Boxscore bulanan Billboard yang dikutip dalam laporan tersebut, BTS menghasilkan pendapatan sekitar $76,2 juta (Rp1,358 trriliun) hanya dari delapan konser yang diadakan di Goyang, Tokyo, dan Tampa.

konser tersebut dilaporkan terjual lebih dari 417.000 tiket, memungkinkan BTS untuk debut di peringkat No. 1 dalam daftar Top Tours Billboard.

Angka-angka tersebut menunjukkan pendapatan kotor rata-rata sekitar 12,1 juta dolar AS per konser, atau sekitar 18,2 miliar KRW (13 juta dolar AS atau Rp215 miliar) per pertunjukan.

Para pengamat industri mencatat bahwa pendapatan konser rata-rata grup tersebut meningkat sekitar 64% dibandingkan dengan tur blockbuster BTS sebelumnya pada tahun 2019 dan 2022, yang menyoroti meningkatnya permintaan global terhadap grup tersebut.

Di luar penjualan tiket, BTS terus menunjukkan kemampuannya untuk mendorong aktivitas ekonomi yang signifikan di kota-kota penyelenggaranya.

Media lokal di Las Vegas dilaporkan memperkirakan bahwa konser-konser tersebut dapat menghasilkan nilai ekonomi hingga $200 juta bagi kota melalui pariwisata, perhotelan, transportasi, pengeluaran ritel, dan industri terkait.

Perkiraan sebelumnya terkait konser grup tersebut di Tampa menunjukkan dampak ekonomi berkisar antara $800 juta hingga $900 juta, sementara organisasi bisnis di Mexico City memproyeksikan manfaat ekonomi melebihi $100 juta.

Fenomena ini dikenal luas sebagai "BTSnomics," yang merujuk pada kemampuan grup tersebut untuk menciptakan efek riak ekonomi berskala besar di mana pun mereka tampil. Pengaruh grup ini meluas jauh melampaui musik.

Para akademisi dan pakar budaya sering menyebut BTS sebagai kekuatan utama di balik meningkatnya minat global terhadap bahasa, sejarah, dan budaya Korea.

Profesor Dafna Zur dari Universitas Stanford sebelumnya mencatat bahwa minat terhadap studi Korea di kalangan mahasiswa internasional terus meningkat meskipun pendaftaran di banyak program bahasa asing lainnya mengalami stagnasi.

Pengaruh budaya grup ini juga telah diakui oleh pemerintah dan lembaga di seluruh dunia, yang semakin memperkuat peran BTS sebagai duta global untuk budaya Korea.

Setelah sukses menyelesaikan rangkaian tur Amerika Utara, BTS dijadwalkan bertemu penggemar Korea di Stadion Utama Busan Asiad sebelum memulai tur Eropa mereka di Madrid pada akhir musim panas ini.

Grup tersebut kemudian akan kembali ke Amerika Utara untuk pertunjukan stadion tambahan, dengan analis industri memperkirakan bahwa tur dunia secara keseluruhan dapat menghasilkan lebih dari 3 triliun KRW dari gabungan pendapatan tiket, merchandise, album, dan konten terkait.

Dengan stadion yang selalu penuh, kesuksesan di tangga lagu, dan pengaruh ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, BTS terus mendefinisikan ulang apa yang mungkin dicapai oleh grup K-Pop di panggung global.***


Editor : Irma Nurfajri