Buat Cuitan ‘Allahmu Ternyata Lemah’, #TangkapFerdinand Trending di Twitter

Tagar #TangkapFerdinand trending di Twitter pasca mantan Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean membuat cuitan ‘Allahmu ternyata lemah'

Buat Cuitan ‘Allahmu Ternyata Lemah’, #TangkapFerdinand Trending di Twitter
Buat Cuitan ‘Allahmu Ternyata Lemah’, #TangkapFerdinand Trending di Twitter

INILAHKORAN, Bandung – Tagar #TangkapFerdinand trending di Twitter pasca mantan Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean membuat cuitan ‘Allahmu ternyata lemah’.

Saat berita ini tayang, #TangkapFerdinand telah dicuit lebih dari 55 ribu kali. Hingga tagar tersebut menduduki posisi trending pertama.

Sebelumnya diberitakan bahwa Ferdinand Hutahaean telah menyampaikan klarifikasi dalam sebuah video yang diunggah di akun Twitternya @FerdinandHaean3.

Baca Juga: Ini 5 Manfaat Kesehatan Bagi Tubuh saat Anda Mengkonsumsi Daun Pepaya

Atas cuitannya itu, Ferdinand pun meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa terganggu dan tidak nyaman.

“Saya minta maaf kepada siapa pun yang merasa cuitan saya mengganggu atau membuat siapa pun tidak nyaman. Tapi intinya bahwa itu adalah dialog imajiner antara pikiran dan hati saya bukan menyerang siapa pun,” ujar Ferdinand Hutahaean dikutip dari tayangan video tersebut, Rabu, 5 Januari 2022.

Dalam video tersebut, Ferdinand terlihat geram karena menurutnya orang-orang yang selama ini kerap menyebut harus tabayun justru malah ikut memelintir cuitannya itu.

Baca Juga: KPK lakukan OTT atas Dugaan Korupsi di Kota Bekasi, Pihak yang Ditangkap Dibawa ke Gedung Merah Putih

“Orang-orang tertentu yang selama ini selalu menggunakan kata tabayun ternyata tidak tabayun tetapi malah ikutan memelintir,” kata Ferdinand.

Ferdinand Hutahaean mengaku bahwa cuitannya itu tidak untuk menyasar kelompok tertentu atau penganur agama tertentu.

Dia mengaku bahwa yang dia tulis di akun Twitternya adalah dioalog imajiner antara hati dan pikirannya.

Baca Juga: Parodi Noah Band, Ridwan kamil dari Nyopet hingga Nyolong Eskrim

“Cuitan saya tersebut tidak sedang menyasar kelompok tertententu, kaum tertentu, orang tertentu, atau agama tertentu. Yang saya lakukan itu ialah dialog imajiner antar pikiran dan hati saya,” ujarnya.

Ferdinand mengaku bahwa saat menulis cuitan itu dirinya tengah down sehingga dia melakukan dialog imajiner tersebut.***


Editor : inilahkoran