Buky Wibawa Ingatkan Pemprov Jabar Soal Pengentasan Pengangguran

Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna mengingatkan Pemerintah Provinsi Jabar, untuk turut mengentaskan pengangguran.

Buky Wibawa Ingatkan Pemprov Jabar Soal Pengentasan Pengangguran
Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna mengingatkan Pemerintah Provinsi Jabar, untuk turut mengentaskan pengangguran.

INILAHKORAN, Bandung - Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna mengingatkan Pemerintah Provinsi Jabar, untuk turut mengentaskan pengangguran.

Buky mengatakan, saat ini angka pengangguran di Jabar masih terbilang tinggi. Merujuk data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Barat pada Februari 2025 adalah 6,74 persen.

Meski turun 0,17 poin dibandingkan Februari 2024 yang sebesar 6,91 persen untuk TPT. Namun jumlah pengangguran di Jawa Barat tercatat meningkat sebanyak 20 ribu orang, pada periode yang sama. 

Maka dari itu diharapkannya, masalah pengangguran dapat menjadi prioritas Pemprov Jabar untuk segera diatasi.

"Kemudian juga nanti kan kita akan lihat ukuran-ukurannya, maksudnya yang prioritas seperti misalnya angka pengangguran. Itu kan buat kita menjadi catatan penting ya, karena angkanya masih dianggap tinggi ya sekitar 6,7 persen kalau enggak salah. Nah itu kan nanti kita bisa lihat, terjadi penurunan signifikan (atau) enggak gitu," ujar Buky di Kota Bandung baru-baru ini.

Sebab itu Buky mendorong, agar ada target yang pasti dan realistis dilakukan Pemprov Jabar dalam mengakselerasi pembangunan selama lima tahun ke depan.

"Ada target enggak untuk itu? Misalnya pengangguran menjadi tinggal 1 persen. Sebenarnya kita harapannya adalah sebuah target-target yang pasti gitu ya, mengandung aspek kepastian. Jadi bukan target-target, hanya sekedar fokusnya pada bagaimana menghabiskan anggaran," kata Buky.

Sisi lain, DPRD Jabar kata dia juga mendorong Pemprov untuk turut fokus pada peningkatan pendapatan daerah. 
 
"Jadi jangan hanya sekedar orientasi kepada menghabiskan dengan program belanja gitu ya, tapi juga fokus juga kepada peningkatan pendapatan," tandasnya. ***


Editor : JakaPermana