Bulog Jabar Serap 715.947 Ton Gabah Setara Beras, Lampaui Target Pengadaan 2026

Bulog Jabar menyerap 715.947 ton gabah setara beras hingga awal November 2026, melampaui target 694.433 ton. Stok beras mencapai 592.795 ton.

Bulog Jabar Serap 715.947 Ton Gabah Setara Beras, Lampaui Target Pengadaan 2026
Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Barat Nurman Susilo saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/11/2026).

INILAHKORAN.ID – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat telah menyerap hasil panen petani sebanyak 715.947 ton setara beras hingga awal November 2026. Capaian tersebut melampaui target pengadaan yang ditetapkan sebesar 694.433 ton untuk memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Barat Nurman Susilo mengatakan, realisasi penyerapan gabah dan beras di Jawa Barat telah mencapai lebih dari 100 persen dari target yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Dengan capaian ini, realisasi penyerapan gabah di Jawa Barat telah mencapai lebih dari 100 persen dari target yang ditetapkan oleh pusat,” kata Nurman seperti dikutip dari Antara, Jumat (6/11/2026).

Meski target telah terlampaui, Nurman menegaskan Bulog tetap melanjutkan penyerapan selama masih terdapat potensi hasil panen di lapangan.

“Namun, kami tidak akan berhenti selama masih ada potensi penyerapan gabah di lapangan, meskipun saat ini harga sudah cukup tinggi, bahkan berada di atas Rp7.000 per kilogram,” kata Nurman.

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan tingginya produktivitas pertanian di Jawa Barat sekaligus memperkuat cadangan pangan pemerintah untuk menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat.

Nurman menyatakan, Bulog akan terus mengintensifkan penyerapan gabah sebagai bagian dari upaya mendukung target pengadaan gabah nasional yang ditetapkan pemerintah sebesar empat juta ton.

Dalam proses pengadaan, Bulog membeli gabah kering panen (GKP) di tingkat petani dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah.

Stok Beras Bulog Jabar Capai 592.795 Ton

Di tengah isu pembelian beras secara berlebihan atau panic buying yang berpotensi memicu kenaikan harga, Bulog memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Jawa Barat masih dalam kondisi aman.

Nurman menyebut, stok beras Bulog Jawa Barat saat ini mencapai sekitar 592.795 ton setara beras. Dengan jumlah tersebut, pihaknya memastikan kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi meskipun terjadi lonjakan permintaan.

“Stok beras kami saat ini mencapai sekitar 592.795 ton setara beras, sehingga tidak ada masalah. Bulog menjamin kebutuhan beras masyarakat tetap tersedia meskipun terjadi lonjakan permintaan,” ujarnya.

Untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengendalikan harga beras, Bulog akan mengoptimalkan berbagai program stabilisasi pangan.

Program tersebut meliputi penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta pasar murah.

Melalui berbagai langkah tersebut, Bulog Jawa Barat berharap pasokan beras tetap terjaga dan masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang stabil.


Editor : Ahmad Sayuti