Buntut Keracunan MBG, Operasional SPPG Karangmekar 02 Cimahi Dihentikan Sementara
Pemkot Cimahi menghentikan sementara SPPG Karangmekar 02 setelah insiden keracunan massal
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi akhirnya menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 02 usai menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksinya diduga menjadi penyebab keracunan massal.
Seperti diketahui, sebanyak 43 korban mendapatkan penanganan medis di tiga rumah sakit berbeda. Sebanyak 33 orang dirawat atau diamati di RSUD Cibabat, lima orang di RS Mitra Kasih, dan lima lainnya di RS Dustira.
"Di RSUD Cibabat, 4 orang masih menjalani perawatan, 22 orang sudah pulang, dan 7 orang dalam tahap observasi," kata Ngatiyana belum lama ini.
"Di RS Mitra Kasih, 3 pasien masih dirawat dengan 2 orang lain sudah kembali ke rumah. Sedangkan di RS Dustira, 4 orang masih mendapatkan perawatan dan 1 orang sudah pulang," sebutnya.
Ngatiyana mengungkapkan, korban mayoritas merupakan peserta didik mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP).
"Satu orang guru juga mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi paket MBG yang terdiri dari onigiri, apel, susu, kurma, dan telur," ungkapnya.
Meski begitu, Ngatiyana menjamin seluruh pasien mendapatkan penanganan medis yang optimal. Menurutnya, dinas terkait terus melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi korban yang masih dalam perawatan maupun observasi hingga saat ini.
"Mudah-mudahan semua kasus dapat ditangani dengan baik. Kami akan terus memastikan kondisi setiap korban tetap terawasi dengan seksama," ujarnya.
Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, operasional SPPG Karangmekar 02 sebagai distributor MBG terkait telah dihentikan secara langsung.
"Saat ini SPPG tersebut tidak diperbolehkan menjalankan operasional sama sekali hingga penyelidikan selesai," tegasnya.
Sebelumnya, kasus dugaan keracunan pertama kali muncul pada Rabu 25 Februari 2025 siang hingga malam hari, ketika sejumlah siswa dilarikan ke fasilitas kesehatan dengan keluhan mual, pusing, muntah, dan demam setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.***
Editor : Ahmad Sayuti

