Bupati Bogor Murka, Sederet Mal 'Gagal' di Cibinong Raya Lahir dari Asal Tanda Tangan
Kekesalan Rudy Susmanto merujuk pada jumlah pengunjung begitu sepi dibandingkan dengan sederet mal-mal di Cibinong Raya yang berjejer tinggi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID- Kekesalan Bupati Bogor Rudy Susmanto mencapai titik didihnya melihat mal-mal yang malah merusak tata kota di area Cibinong Raya.
Rudy Susmanto mengaku tak lagi bisa bersabar melihat sejumlah mal seperti ITC, Cibinong Square, Roninson, Giant Mall hingga Vivo Mall, keberadaannya seperti tak ada guna.
Kekesalan Rudy Susmanto merujuk pada jumlah pengunjung begitu sepi dibandingkan dengan sederet mal-mal di Cibinong Raya yang berjejer tinggi.
Rudy bahkan berani menyebut fenomena sepinya mall di Cibinong Raya sebagai kesalahan administratif Pemkab setempat.
"Kalau ada mall yang sepi dan kurang berjalan maksimal, itu adalah kesalahan pemerintah daerah terkhusus saya sebagai kepala daerah," kata Rudy Susmanto kepada wartawan di Vivo Mall, Sukaraja, Jumat 2 Januari 2026.
Rudy langsung meminta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), terutama untuk SKPD teknis tidak asal tanda tangan dan memberikan izin mendirikan bangunan (IMB) atau persetujuan bangunan gedung (PBG).
"Dulu mall pertama di Cibinong, ialah ITC Cibinong dan ramai. Kini beberapa mall dibangun, terakhir CCM dan Aeon Mall, mall yang lain jadi sepi dan seperti hutan kota. Harusnya kita mengkaji secara lebih baik dalam menerbitkan perijinan sebagai bagian dari tanggung jawab kepada bidang investasi," pinta Rudy Susmanto.
Ia pun mengerahkan jajarannya untuk ikut membenahi hutan kota atau mall - mall yang sedang sepi pengunjung.
"Viva Mall juga harus berbenah, kami sudah mengisi dengan kantor Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang dan UPT Bappenda, mereka harus mengisi dengan tenant - tenant yang bagus dan menarik hingga Viva Mall kembali dikunjungi masyarakat," tandasnya.***
Editor : Bsafaat


