Pemkab Bogor Buka Seleksi 6 Jabatan Eselon II, Rekam Jejak ASN Jadi Penilaian
Pemkab Bogor membuka seleksi terbuka enam jabatan eselon II. Rekam jejak ASN menjadi salah satu penilaian untuk memperkuat birokrasi yang profesional.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membuka seleksi terbuka untuk enam jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II) sebagai bagian dari upaya memperkuat birokrasi yang profesional, kompeten, dan berintegritas.
Dalam proses seleksi tersebut, rekam jejak aparatur sipil negara (ASN) menjadi salah satu aspek penting yang akan dinilai.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan seleksi terbuka ini merupakan bagian dari transformasi kepegawaian untuk menghadirkan ASN yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Proses seleksi dilakukan secara transparan dan objektif dengan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh ASN yang memiliki potensi, kompetensi, dan dedikasi untuk berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Bogor," kata Rudy Susmanto di Cibinong, Rabu (29/7/2026).
Pendaftaran seleksi dibuka mulai 20 Juli hingga 3 Agustus 2026 melalui portal ASN Karier Badan Kepegawaian Negara (BKN). Seluruh tahapan seleksi mengacu pada Pengumuman Nomor 001/PANSEL-II/KAB.BOGOR/2026.
Enam jabatan yang dibuka dalam seleksi tersebut meliputi:
1. Asisten Administrasi Umum;
2. Asisten Perekonomian dan Pembangunan;
3. Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan;
4. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD);
5. Kepala Dinas Kebudayaan;
6. Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan.
Rudy menjelaskan, seleksi tidak hanya diperuntukkan bagi ASN di lingkungan Pemkab Bogor, tetapi juga terbuka bagi ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Barat yang memenuhi persyaratan administrasi, pengalaman jabatan, kompetensi, kepangkatan, dan pendidikan.
"Kita ingin mencari putra-putri terbaik melalui proses yang transparan dan objektif. Saya melihat banyak ASN yang memiliki potensi. Melalui seleksi terbuka ini, kami ingin memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh ASN," ujarnya.
Proses seleksi akan berlangsung dalam beberapa tahapan, mulai dari seleksi administrasi, asesmen kompetensi, penulisan makalah, presentasi dan wawancara, pemeriksaan kesehatan, hingga penelusuran rekam jejak peserta. Hasil akhir seleksi dijadwalkan diumumkan pada 28 Agustus 2026.
Pemkab Bogor menegaskan seluruh rangkaian seleksi dilaksanakan tanpa dipungut biaya. Pemerintah juga memastikan proses rekrutmen dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip objektivitas, transparansi, akuntabilitas, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Melalui seleksi terbuka ini, Pemkab Bogor berharap dapat menjaring pejabat terbaik yang mampu memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus mempercepat pelaksanaan program pembangunan di berbagai sektor.***
Editor : JakaPermana

