Bupati Dadang Targetkan Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot Bisa Dimulai Januari 2026

Bupati Bandung Dadang Supriatna menargetkan penanganan banjir Dayeuhkolot yang akan dilaksanakan secara pentahelix mulai berjalan pada Januari 2026. Ia berkomitmen akan terus berupaya menekan banjir Dayeuhkolot semaksimal mungkin sehingga bisa lebih cepat tuntas.

Bupati Dadang Targetkan Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot Bisa Dimulai Januari 2026
Istimewa
INILAHKORAN,Soreang-Bupati Bandung Dadang Supriatna menargetkan penanganan banjir Dayeuhkolot yang akan dilaksanakan secara Pentahelix mulai berjalan pada Januari 2026. Ia berkomitmen akan terus berupaya menekan banjir Dayeuhkolot semaksimal mungkin sehingga bisa lebih cepat tuntas.
Hal itu disampaikan Dadang saat rapat koordinasi pembahasan sinergitas pelaksanaan program pentahelix terkait penanganan banjir Kecamatan Dayeuhkolot, di Gedung Pinus Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Selulosa, di Dayeuhkolot, Selasa 11 November 2025.
Dalam rakor disepakati dan sudah ditunjuk sebagai panitia program pentahelix penanganan banjir Dayeuhkolot ini yang terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara. Untuk saat ini sampai Desember 2025 dipersiapkan terlebih dulu rencana aksi dan rencana pelaksanaan teknis dengan melibatkan pihak perusahaan dan tokoh masyarakat.
"Jadi pemerintah daerah tinggal mengawal saja. Kita targetkan Januari 2026 sudah mulai berjalan," kata Dadang. 
Meski  dilakukan secara pentahelix, namun khusus untuk Dayeuhkolot ini masih perlu anggaran dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat.
"Dari APBD Kabupaten Bandung 2026, sendiri sudah menyiapkan anggaran Rp5 miliar untuk perbaikan dan pembangunan jembatan yaitu Jembatan Sukabirus yang membutuhkan Rp4 miliar dan Jembatan Pasigaran Rp1 miliar," ujarnya.
Dadang juga  mengingatkan kepada 30-an perusahaan yang beroperasi di wilayah Dayeuhkolot untuk tidak ego sektoral. Mereka harus memberikan kontribusi nyata demi kenyamanan wilayah operasionalnya sendiri.
"Banjir Dayeuhkolot bukan urusan pemerintah saja, tapi juga para pengusaha. Kalau upaya pentahelix penanganan banjir Dayeuhkolot ini berhasil, toh perusahaan sendiri akan menikmati. Daripada perusahaan rugi Rp1 miliar akibat bencana banjir, lebih baik memberikan kontribusi dalam penanganan banjir Dayeuhkolot ini," katanya.
Dadang menyebutkan ada delapan langkah strategis yang harus dilakukan dalam penanganan banjir Dayeuhkolot ini. Antara lain normalisasi saluran drainase tepi Jalan Mohamad Toha yang menjadi kewenangan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat.
Kedua, normalisasi Polder Babakan Sangkuriang, kemudian pembangunan rumah pompa dan pengadaan pompa. Keempat, normalisasi Sungai Cipalasari, kemudian pengerukan saluran lingkungan Bojongasih, pengerukan Conecting Drain di wilayah Bojongasih Desa Dayeuhkolot dan normalisasi saluran U-Ditch BBWS Dayeuhkolot. 
"Kedelapan kebutuhan strategis ini memerlukan biaya Rp9,5 miliar. Dari 30 perusahaan yang ada di Dayeuhkolot sudah menyatakan siap untuk membantu," ujarnya. ***


Editor : JakaPermana