Bupati Dorong Generasi Milenial Cirebon jadi Petani

Bupati Cirebon Imron mendorong generasi milenial memiliki minat menjadi petani. Sebab, regenerasi petani di wilayahnya tidak berjalan.

Bupati Dorong Generasi Milenial Cirebon jadi Petani
Bupati Cirebon Imron (tengah) mendorong generasi milenial memiliki minat menjadi petani.

INILAHKORAN, Cirebon - Bupati Cirebon Imron mendorong generasi milenial memiliki minat menjadi petani. Hal tersebut lantaran sektor pertanian terbukti tidak terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Imron menjelaskan, Kabupaten Cirebon awalnya merupakan salah satu lumbung padi di Jawa Barat. Namun, seiring berjalannya waktu, regenerasi petani di wilayahnya itu tidak berjalan dan menyisakan petani berusia 40 tahun ke atas.

"Saya adalah keluarga petani, terbiasa bertani dan waktu itu petani muda sangat banyak. Tetapi, bergulirnya zaman, profesi petani mulai ditinggalkan anak muda karena dianggap kurang menjanjikan," kata Imron saat Sosialisasi Petani Milenial di Ruang Paseban, Rabu 10 November 2021.

Baca Juga: Perkuat Program Petani Milenial, Jabar Lakukan Sosialisasi ke 18 Kabupaten

Menurutnya, regenerasi petani perlu dilakukan lantaran kebutuhan pangan bakal terus meningkat. Bila proses regenerasi tidak berjalan, dikhawatirkan bakal terjadi krisis pangan.

"Kalau generasi milenial tidak tertarik, nanti akan membeli kebutuhan pangan dimana," ungkap Imron.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar Benny Bachtiar mengatakan saat ini Pemprov Jabar memiliki program Petani Milenial. Sektor Pertanian, merupakan salah satu kekuatan perekonomian.

Baca Juga: Dadang Kurniawan Apresiasi Program Petani Milenial Juara, Tapi Tetap Perhatikan Petani Organik

Program Petani Milenial digulirkan untuk mendorong regenerasi tenaga kerja di sektor pertanian Jabar yang memiliki inovasi, gagasan, dan kreativitas.

Melalui pemanfaatan teknologi digital, petani milenial akan menggerakkan kewirausahaan bidang agrikultur yang menjadikan wajah pertanian menjadi lebih segar dan atraktif untuk bisa berkelanjutan di Jawa Barat.

"Kalau tidak ada upaya regenerasi, dikhawatirkan 10 tahun ke depan terjadi krisis pangan. Apalagi, Jawa Barat ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 48,2 juta jiwa," ujarnya.

Baca Juga: Peluncuran Petani Milenial Lebah Madu, Ridwan Kamil Berharap Bisa Genjot Kuantitas

Menurutnya, jumlah petani di Jawa Barat saat ini mencapai angka 3.665.050. Dari jumlah tersebut, hanya 11,11 persen berusia di bawah 30 tahun. Jumlah itu, menurutnya masih relatif kecil.

Untuk itu, Program Petani Milenial diharapkan dapat menyelesaikan masalah keterbatasan tenaga kerja. Sehingga, bisa meningkatkan produktivitas dan mencapai swasembada pangan.

"Seperti kata Pak Gubernur Jawa Barat, tinggal di desa, rejeki kota, bisnis mendunia," tukasnya.***(maman suharman)


Editor : inilahkoran