Bus Sekolah Gratis Kembali Layani Pelajar
Pagi di Kota Bandung kembali dipenuhi hiruk pikuk pelajar yang berangkat menuju sekolah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Pagi di Kota Bandung kembali dipenuhi hiruk pikuk pelajar yang berangkat menuju sekolah.
Di tengah padatnya arus kendaraan saat jam sibuk, empat bus sekolah gratis kembali mengaspal, menawarkan perjalanan yang lebih aman sekaligus meringankan beban transportasi bagi para siswa.
Memasuki tahun ajaran baru, layanan bus sekolah gratis kembali beroperasi melayani pelajar tingkat SMP dan SMA. Meski jumlah armada belum sepenuhnya pulih, kehadiran empat bus yang aktif beroperasi menjadi harapan bagi siswa yang setiap hari bergantung pada angkutan umum atau harus diantar orang tua.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menetapkan dua jalur utama sebagai rute layanan, yakni Cibeureum–Cibiru dan Antapani–Dipatiukur. Kedua koridor tersebut dipilih karena melintasi kawasan yang dipenuhi sekolah serta memiliki mobilitas pelajar yang tinggi setiap harinya.
Kepala Dishub Kota Bandung Rasdian Setiadi mengatakan, penentuan rute didasarkan pada kebutuhan perjalanan para siswa agar layanan dapat menjangkau lebih banyak pelajar.
"Rute yang berjalan saat ini merupakan jalur yang banyak dilalui pelajar karena terdapat sejumlah sekolah tingkat SMP hingga SMA di sepanjang perjalanan," kata Rasdian, Kamis (16/7).
Bagi Dishub, bus sekolah gratis bukan sekadar mengantar pelajar dari rumah ke sekolah. Layanan ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi kepadatan lalu lintas yang rutin terjadi pada jam masuk dan pulang sekolah akibat tingginya penggunaan kendaraan pribadi.
"Layanan ini kami harapkan dapat menjadi alternatif bagi orang tua dan siswa. Sehingga pergerakan kendaraan pribadi di sekitar sekolah bisa ikut berkurang," ujarnya.
Di balik kembalinya layanan itu, tantangan masih menyertai. Dari enam armada yang dimiliki, baru empat unit yang dapat dioperasikan. Dua bus lainnya masih harus menjalani perbaikan karena mengalami kerusakan berat.
Meski demikian, Dishub memastikan keterbatasan armada tidak mengurangi komitmen untuk tetap memberikan layanan kepada para pelajar. Pengaturan jadwal dan operasional terus dilakukan agar bus yang tersedia dapat melayani kebutuhan utama siswa di dua koridor tersebut.
Menurut Rasdian, evaluasi terhadap layanan juga dilakukan secara berkala untuk memastikan operasional bus berjalan optimal dan tetap menjadi pilihan transportasi yang nyaman bagi pelajar.
"Sampai sekarang pelayanan masih berjalan sesuai jadwal. Kami terus menjaga agar rute yang tersedia tetap bisa dimanfaatkan oleh para pelajar setiap hari. Kami berharap layanan ini dapat menjadi solusi transportasi aman dan terjangkau bagi pelajar," katanya. (Yogo Triastopo/gin)
Editor : Inilahkoran

